Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Jalan-jalan » Jalan-jalan di Kebun Pala Gebugan Ungaran

Jalan-jalan di Kebun Pala Gebugan Ungaran

Blog Stats

  • 57,007 hits

Archives


Perkebunan Pala Gebugan terletak di kaki gunung Ungaran yang berada di ketinggian 700-800 m dpl. Perkebunan pala seluas 128.50 ha ini merupakan milik PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang terletak di Afdeling Gebugan, Kebun Ngobo. Dari perkebunan pala terdapat jalur hash menuju Curug Semirang, berbeda dengan jalur wisatawan umum yang melalui loket masuk dan bisa dicapai dengan kendaraan roda-4 (sampai gerbang saja). Hash di Kebun Pala Gebugan, Minggu (20/09) kemarin merupakan kali ke-5 yang diselenggarakan Apkomindo Semarang dan kali ini diikuti 70-an peserta dari anak-anak hingga lansia (tertua pak Benny Bursa Kamera, 67 tahun).

Para peserta sudah berkumpul di meeting point sekitar pukul 07.00, sudah disiapkan aneka jajan pasar oleh panitia. Sebelum berangkat kami mendapat briefing dari pemandu (ikuti jalur yang ada “bakmi kertas”) dan sejenak senam peregangan dipimpin Amay Moy (IPK)

12029614_10153271691828022_8769960589606364262_o

itu yang depan berkaos merah.. nyanyi fales, ikut senam juga fales. seje dhewe.. 😀

Nampaknya karena pemandu menginformasikan jarak tempuh (untuk mencapai curug/air terjun) hanya sekitar 2.5 km semua peserta semangat untuk naik. Kali ini tidak ada rute pendek atau rute panjang. Yang seneng hiking berjalan cepat jauh meninggalkan lawan-lawannya, sedangkan kelompok kami jalan santai saja, berfoto-foto …sambil update status kalau ada sinyal 😀

hash1

Meskipun sepanjang jalur kering dan berdebu, seger rasanya melihat pohon-pohon pala yang hijau rimbun daunnya dan berbuah banyak. Sebagian diantaramya –konon– peninggalan jaman Belanda, ditanam sekitar tahun 1913.


palaPerkebunan pala Gebugan yang menjadi jalur hash kali ini, dapat menghasilkan panen pala segar sejumlah ± 500 kg per hari. Kriteria pala yang dapat dipetik adalah kualitas buah petik medium berumur 4-5 bulan. Untuk memetik buah pala digunakan alat pengait yang disambung dengan bambu panjang. Apabila jangkauan terlalu jauh, maka petugas perlu memanjat pohon terlebih dahulu. Aksi panjat-petik ini biasanya menarik untuk wisatawan mancanegara. Sayang saat kami lewat, belum musim petik. Mengenai manfaat pala dan proses produksinya bisa dibaca lebih lanjut di sini.


Perjalanan yang mestinya bisa ditempuh dalam setengah jam molor karena bukan cari keringat tapi cari spot foto. Ini para peserta paling belakang yang harus disweeping tim penyapu karena terlalu asyik foto-fotoan.

spot

Akhirnya sampailah kami di Curug (=air terjun) Semirang… setengah jam lebih lambat daripada rombongan yang tiba duluan dan sudah ngopi-ngopi di warung yang berada di sekitar curug. Meskipun di satu sisi adanya warung-warung ini membantu para wisatawan yang haus dan lapar setelah berjalan kaki, namun sayang juga karena lokasinya terlalu dekat dengan curug dan (tentu saja) berpotensi menimbulkan sampah. Curug Semirang memiliki ketinggian 40 meter (ada yang menulis 45 meter)… inget jaman pramuka, bisa mengukur ketinggian benda dengan bantuan tongkat pramuka.

curug

Akhirnya setelah puas berbasah-basah di air terjun dan berfoto-foto, kami kembali ke base camp melalui jalur lain dengan tetap mengikuti jejak “bakmi kertas”. Ternyata oleh pemandu, jalur pulang yang seharusnya dekat diputer-puter melalui jalan setapak dan jalan perkampungan (Desa Gintungan), sehingga peserta tiba di finish dengan lempe-lempe (= kepayahan). Untunglah panitia sudah menyediakan jamu anti protes berupa sayur trancam lengkap dengan ayam goreng dan ikan asin yang crispy dan penutupnya es buah segaar (sorry yang nggak kebagian). Badan capai perut lapar, rasanya sedap bener menikmati masakan bu Edy Shadana dalam suasana akrab kekeluargaan.

makan

Acara bubar sekitar pukul 11.30 dan direncanakan acara hash berikutnya adalah di…. Tawangmangu.

 

Advertisements

2 Comments

  1. @_mizan says:

    Jalan masuk ke kebunnya ini dari mana, Pak? Aku terakhir ke Semirang sudah lama, tahun 2009/2010.

  2. yudi says:

    Ada banyak jalur, salah satu cara menuju ke lokasi : Pasar Babadan maju (ke selatan) dikit – belokan pertama ke kanan (samping Bank Jateng). Ada jembatan besar trus ada jembatan kecil, lanjut lagi ada pertigaan Tk Pamardi Siwi ambil arah kanan. Aada warung pecel Mbah Pon (kanan jalan), ambil kiri jalan.

    google map
    http://goo.gl/maps/lUdi6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: