Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Sowan Bu Dini, penulis “Pada Sebuah Kapal”

Sowan Bu Dini, penulis “Pada Sebuah Kapal”

Blog Stats

  • 56,510 hits

Archives


rumah bu Dini dalam naungan aneka tanaman asri

Semula saya ingin mengajak teman-teman blogger Loenpia.net untuk anjangsana ke rumah Bu NH Dini di Lerep, Ungaran. Timingnya adalah dalam rangka memperingati HUT Kota Semarang 2 Mei 2009, acaranya mengunjungi salah satu sastrawan yang merupakan “aset” kota Semarang. Idealnya, karena kami komunitas penulis blog (sekalipun jarang update), sangat baik berkunjung untuk ngangsu kawruh kepada sastrawan senior yang banyak menjadi rujukan para penulis dan mahasiswa sastra ini.

Ternyata sulit juga untuk merancang koluka (kopdar luar kota) dengan teman2 Loenpia, sekalipun hanya ke Ungaran. Akhirnya, karena bu Dini sudah mengagendakan Minggu 3 Mei 2009, maka hanya kami sekeluarga yang berangkat. Lokasi yang dituju adalah  Graha Wredha Mulya Wisma Langen Wredhasih, panti lansia tempat tinggal Bu Dini saat ini (maaf koreksi, Graha Wreda Mulya adalah panti wredha di Sleman, dan bu Dini juga pernah tinggal di sana).

Bu Dini sebenarnya sudah cukup lama kami kenal, karena kebetulan saya dan teman2 di Sanggar Krida Aditama sejak beberapa tahun lalu merawat komputer dan notebook yang menjadi sarana bu Dini dalam menulis. Bahkan pernah sekali Bu Dini datang sendiri ke Sanggar untuk mereparasi notebooknya.

Bu Dini ternyata sudah menyiapkan aneka jajanan untuk menyambut kami. Dhita –si mbarep yang ketularan bapaknya hobi membaca– banyak menanyakan aneka hal kepada Eyang Dini. Sekalipun saat ini usia bu Dini sudah 74 tahun, beliau masih gesit menjawab pertanyaan Dhita. Maklum, beliau juga masih memberikan bimbingan skripsi/thesis untuk mahasiswa sastra juga.

!dini- 028

Berjumpa dengan sastrawan, tentu dimanfaatkan pula untuk minta tanda tangan sang penulis. Gambar di atas, saat bu Dini memberikan tandatangan pada buku “Pada Sebuah Kapal” cetakan pertama (1973). Buku ini salah satu koleksi saya waktu SMP [!].  [Soal membaca memang selera saya agak beda dengan teman sebaya waktu itu. Saya dan hampir semua teman tentu suka cerita silat Kho Ping Ho, tapi tidak semua membaca (terjemahan) Don Quixote de La Mancha, Agatha Christie, Hemmingway atau buku2 NH Dini yang cukup berat untuk usia SMP].

koleksi tanaman bu Dini

Kegiatan bu Dini selain menulis adalah merawat tanaman di sekeliling wismanya. Meski menjadi salah satu penghuni wisma wredha, beliau tinggal di rumah sendiri yang masih dalam kompleks wisma, sehingga memungkinkan untuk menata sendiri wisma dan tamannya. Sebagai sastrawan, bu Dini masih memperoleh royalti atas karya-karyanya. Namun sempat tercetus cerita, suatu ketika saat membutuhkan dana cukup besar beliau –yang juga pandai melukis– menjual lukisan-lukisan cat airnya untuk menutup kebutuhan (perlu jadi pemikiran, untuk profesional dan pekerja yang tidak punya dana pensiun, siapa yang akan menanggung mereka di masa tua?)

foto bareng sebelum pamitan

Tak terasa sekitar dua jam kami bincang-bincang dengan Bu Dini. Banyak nasehat dan petuah untuk kami sekeluarga. Terutama pesan agar dalam mengerjakan sesuatu harus tekun dan penuh komitmen (bu Dini konsisten menulis karya selama 60 tahun dan masih terus berkarya). Sebelum pamit, bu Dini menghadiahi satu buku “Kuncup Berseri” (Gramedia Pustaka Utama, 2004) yang sudah beliau tandatangani.


kenangan dari bu Dini

Maturnuwun Eyang Dini, mugi-mugi tansah pinaringan sehat.

.

.

Advertisements

15 Comments

  1. matahari says:

    wah, rada kaget juga nemu postingan ini ternyata tentang NH Dini. Graha Wredha Mulya itu di mana sih? trus itu panti emang punya Bu Dini ato yg bersangkutan emang lebih milih tinggal di situ?

  2. cussonsbaby says:

    N.H Dini pengarang favorit jaman sd.

  3. didut says:

    loenpia ki emang serabutan pak kl soal kopdar *menjura*

  4. dp says:

    Wisma Langen Wredhasih, tempat tinggal Bu Dini saat ini, sayang tidak saya temukan di Google Maps. Ancer-ancernya dari alun-alun Ungaran ke arah barat, melalui nasgor Bu Djaikem dan dekat dengan Kampung Seni Lerep. Beliau tinggal di situ atas bantuan Gub Jateng terdahulu (pak Mardiyanto). Sebelumnya sempat tinggal di Graha Wredha Mulya (Sleman-DIY) atas permintaan Ratu Hemas, karena rumah bu Dini kebanjiran.

  5. latree says:

    perasaan udah pernah baca. di mana ya?

  6. nining says:

    jebule rumahnya di lerep to????..

    nina sudah baca bukunya beliau pasti…..

  7. fbkuntjoro says:

    Mas Dwi, bagus tulisan anda Bu Dini ini. Bagus kehidupan Bu Dini kita simak siapa tahu dalam usia tua, kitapun harus hidup seperti Bu Dini. Salam. FBK.

  8. Yessi says:

    kalo kesana lagi..saya ikut ya, pak 🙂

  9. vonny says:

    Pak Dwi,

    numpang tanya, Bapak punya no telp dari panti ini gak?

    matur suwun sebelumnya pak…

  10. yudi says:

    Sayangnya yang saya ketahui hanya alamat: Wisma Langen Wredasih, Kampung Lerep Ungaran. Nomor telpon sudah ditanyakan ke 108 juga tidak terdaftar. Saya punya nomor mobile phone Ibu Dini, tapi saya tidak berani share.

  11. Julie says:

    Terima kasih atas ceritanya yang menarik. Bu Dini memang jadi daya tarik untuk siapapun juga penggemar sastra. Saya sebetulnya sangat ingin bisa sowan sendiri, dan menyatakan kecintaan saya terhadap beliau secara pribadi.

    Di buku-bukunya, beliau menunjukkan sebagai pribadi yang hangat dan mengagumkan. Tolong sampaikan salam saya kalau kebetulan bapak sowan ke tempat beliau lagi.

  12. elya says:

    mas dwi,
    boleh info..kalau saya naik kereta dari surabaya turunnya di semarang ya? setelah itu harus naik apa ya sampai ke rumah bu dini?
    terimakasih

    elya

    • yudi says:

      Mbak/mas Elya.. maaf terlambat mereply. Kalau sudah tiba di Semarang, cari kendaraan umum dari Stasiun Tawang yang ke arah Tugu Muda. Dari sana pindah bis kota yang ke arah Ungaran/Bandungan. Minta kondekturnya untuk berhenti di alun-alun Ungaran. Untuk mencapai Wisma Lerep, nampaknya harus cari tukang ojek, karena tidak ada kendaraan umum ke arah Lerep.

  13. echa mayo says:

    Pertama kali baca buku karya Nh. Dini sewaktu SD. Judulnya Langit dan Bumi Sahabat Kami.
    Bagus banget, dan akhirnya jadi penggemar dari karya Nh. Dini sampai sekarang (sudah lulus S1). Ingin ketemu penulit favorit saya, tp jauh ya di ungaran…

    Btw kisah kenangan setelah Beliau menikah dan tinggal di Perancis itu memang benar-benar kisah nyata tanpa di bumbui drama yah. Saya ingin tahu…

    Trims…

  14. Sekar says:

    Yud, jadi inget aku dulu juga baca Pada Sebuah Kapal…waktu SMP. Baru tahu kalau sekarang Beliau ada di Lerep.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: