Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Jalan-jalan » Ke Puncak Sikunir Bersama para Lansia

Ke Puncak Sikunir Bersama para Lansia

Blog Stats

  • 56,708 hits

Archives


20150909042613 (2)Beberapa kali kunjungan ke Dieng, saya belum pernah secara khusus menjadwalkan untuk berburu matahari terbit di puncak bukit Sikunir yang kabarnya dianggap sebagai golden sunrise. Kali ini bersama teman-teman alumni SMP 1 Pekalongan lulusan tahun 1977, kami berniat untuk mencoba peruntungan. Siapa tahu beruntung bisa tepat waktu sampai puncak… beruntung cuaca cerah sehingga bisa mengamati terbitnya mentari…

Kami sudah berkumpul di homestay sejak Sabtu siang/sore hari (05/09). Pemandu sudah menginformasikan agar kami bersiap sebelum pukul 04.00 dini hari, karena kalau Minggu jalan menuju Sikunir padat luar biasa. Sudah diwanti-wanti begitu, kami masih begadang sampai tengah malam… maklumlah ketemu teman-teman alumni dari berbagai kota. Dangdutan, ngobrol, ngopi-ngopi, sambil melawan dinginnya Dieng yang waktu itu sekitar 15-18 derajat (tidak terlalu dingin untuk orang sana). Apalagi kami dapat pembagian jaket Polo original dari teman kami, Rima Melati. (y)

IMG_20150905_204331

Ternyata teman-teman yang semuanya sudah oversek(et) ini –usia di atas 50 tahun– masih cukup disiplin. Sebelum pukul 04.00 kami sudah bisa berangkat ber-35 dengan beberapa mobil menuju Sikunir. Benarlah, sejak dari penginapan sampai di area parkir banyak sekali mobil dan motor yang menuju Sikunir. Sarung tangan, jaket, kaos kaki, tutup kepala, dan masker sudah terpasang. Buat apa masker? Musim kemarau begini debu sepanjang perjalanan akan sangat mudah diterbangkan angin dan langkah pejalan kaki yang ratusan pasang jumlahnya. 

IMG_20150906_045243

Jalan setapak menuju puncak bukit Sikunir sebenarnya bukan rute sulit untuk pendaki. Hanya ada beberapa bagian yang agak tinggi naiknya dan beberapa ruas berada di tepi jurang. Karena berangkat dini hari, mestinya perlu lampu senter untuk penerangan. Tapi dengan banyaknya pejalan yang naik, numpang cahaya tetangga pun sudah cukup.

Kebanyakan pendaki yang berjalan bersama yang kami adalah komunitas remaja. Rombongan kami segera terseleksi, karena ada yang baru 100 meter sudah balik ke parkiran. “Nggliyeng, tensi naik” katanya. Pada tanjakan berikutnya saat dijumpai warung dan musholla, sebagian lagi berhenti dan tidak berminat melanjutkan naik. Kira-kira tersisa 20 orang saja dari rombongan kami yang masih melanjutkan perjalanan menuju puncak. Sekitar pukul 05.00, setelah 30-45 menit berjalan karena harus antri saking padatnya pengunjung, kami sampai di salah satu puncak bukit Sikunir. Ternyata hanya bertujuh saja yang sampai lokasi itu. Mungkin teman kami lainnya berhenti di lereng sebelumnya yang juga spot bagus untuk melihat sunrise.

IMG_20150906_054201

Menjelang 05:30 semburat jingga mulai muncul. Nampak di sekitar para remaja yang asyik berfoto-foto. Sesekali angin dingin pagi menerbangkan debu dan kami harus cepat menutup muka terutama mata agar tidak kelilipan. Penting dicatat untuk pendakian berikutnya agar membawa tetes mata dan masker berkualitas bagus.

20150908180606 (1)

Menjelang pukul 06.00 nampak di balik Gunung Sindoro secercah cahaya terang… Semua yang di bukit bersorak.. Lucu juga… lha setiap hari matahari terbit, kali ini sengaja ditunggu terbitnya dan disoraki dengan gembira ketika muncul. 😀 Berikutnya… para remaja dengan berbagai gaya mulai beraksi dengan kameranya. Ya, ampuun.. ramene..  Kami-kami para lansia juga nggak mau kalah. Kalau perlu, minta anak-anak minggir dulu untuk kasih tempat buat eyang-eyang berfoto… 😀

20150909043353 (3)

Perjalanan turun dilalui dengan cepat. Banyaknya debu cukup mengganggu, terutama saat anak-anak remaja turun mendahului dengan berlari, mengambil jalan pintas, sambil meninggalkan debu beterbangan menutup pandangan pejalan di belakangnya. Di beberapa tikungan ada grup ngamen dengan peralatan lengkap sehingga sepanjang perjalanan turun musik selalu terdengar. Mungkin lain kali jangan memilih waktu di akhir pekan agar suasana syahdu pegunungan bisa lebih dinikmati.

20150909042201

dani2

dani1

dani3

Cantik ya? Foto-foto cantik ini jepretan teman saya, Dani WM. Kalau lihat keindahan alam seperti ini memang tidak heran, mengapa orang berduyun-duyun ingin mengabadikan sunrise di Bukit Sikunir.

Advertisements

2 Comments

  1. Evi says:

    Membayangkan kegembiraan para lansia begitu sampai di atas. Pasti tak terlukiskan ya Mas. Foto-fotonya keren semua 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: