Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kiprah

Category Archives: kiprah

Archives

Blognya para Loenpianers

Kutipan profil di loenpia.net

Loenpia dot net adalah wadah bagi para blogger asli Semarang dan sekitarnya, berdiri menjadi Komunitas Blogger Semarang pada 15 Oktober 2005. Loenpia bangga akan keanekaragaman tempat wisata, kuliner, sejarah, bangunan kuno, budaya dll yang ada di Kota Semarang maka, dengan adanya blog loenpia ini kami berharap bisa mewadahi generasi-generasi blogger muda yang mempunyai keahlian kreatifitas dalam bidang apapun melalui media blog untuk bersama membangun citra Kota Semarang menjadi lebih baik dan maju.

Sampai Mei 2009 ini ada 902 member di milis sem[b]arangan@googlegroups.com, dengan aneka kegiatan di dunia maya maupun dunia nyata. 😀 Meski begitu, sebagaimana komunitas hobi lainnya, tidak semua member bisa aktif apalagi persebaran geografisnya yang begitu luas dari Manyaran sampai Michigan, dari Sampangan sampai Singapore.

Berikut  ini daftar blog/website member Loenpia yang ada dalam catatan saya. Ini hanya 10% karena data lengkap saya belum punya, dan cukup banyak member yang punya lebih dari 1 blog. (more…)

Pameran di Lawangsewu?

Menanggapi tulisan kemarin (18/06), pak Yoko Speedy, pak Edo Purwokerto, dan pak Rony Mentari memberikan beberapa masukan, termasuk alternatif lokasi pameran. Salah satunya : Gedung Lawang Sewu.

.

Terimakasih atas masukan pak Yoko, pak Edo, pak Roni Mentari..

Teman-teman di sini juga banyak yang memiliki pendapat serupa. Namun demikian, paling tidak untuk pameran-pameran sampai dengan akhir tahun 2008 masih tetap di Java Mall karena sudah dibooking sejak awal tahun. Harapan kita, Bidang Perdagangan sejak sekarang sudah mempertimbangkan lokasi dan jadwal untuk agenda pameran 2009. Saya dapat (bocoran) informasi, untuk Mega Bazaar Computer (Maret 2009), Dyandra akan menawarkan atrium DP Mall.

Usulan pak Edo untuk menggunakan Lawangsewu (dengan kondisi saat ini) tentu jauh dari pertimbangan. Sebenarnya banyak usulan lokasi lain juga, seperti ex Yogya Swalayan (pak Roni), Java Design Center, Balai Merapi PRPP, Gedung Wanita Sriwijaya, Semarang Plasa Johar, Horison Lt. 7, Convention Hall Sri Ratu…. Semua yang saya sebut tadi memiliki kendala2 sendiri, tetapi alasan utamanya adalah keamanan (teknis dan non teknis). Kita juga menunggu bagaimana layout Paragon City yang saat ini sedang dibangun.

Pak Edo, kalau lorongnya “ngeri” begini… ntar muncul SPG “jadi-jadian” gimana? “Edoooo…….. Edooooo……… hi..hi..hi..hi..” (niru ketawanya Mak Lampir).

.

Kembali ke Pameran,

Kalau dari segi dana, pernah ada yang menghitung… Apkomindo mampu menutup seluruh lapangan Simpanglima dengan tenda pameran ber-AC (seperti di sebelah Sri Ratu Pemuda), sehingga –kalau mau– 200 anggota bisa pameran semua. Ini bukan ide nyleneh, lho… Malah model begini bisa menarik tiket seperti DIY (FYI pendapatan dari tiket NIX 2007 di Yogya sampai Rp 120 juta… duit kabeh).

Agenda pameran setelah FKI adalah : APKOMINDO FAIR (27-31 Agustus) dan COMFUTURE 2009 (akhir Desember 2008). Karena lokasinya masih di Java Mall, maka yang harus dipikirkan bersama adalah, bagaimana memberi nilai tambah pada pameran sambil mencoba meminimalkan kendala-kendala “klasik” di Java Mall.

Seperti ditulis bu Ratna pada emailnya kemarin, Apkomindo Fair 2008 akan DITANGANI SENDIRI oleh Apkomindo, tidak diserahkan kepada Event Organizer. Langkah ini sesuai dengan amanat anggota pada Musda 2008 dan juga visi pak Kadarpono saat kampanye. Akan ada informasi lebih detil mengenai hal ini.

Salam,
DP (tanpa Mall)

Beberapa “temuan” di FKI 2008

Apakah manfaat “pantauan pameran” yang saya lakukan bagi asosiasi? Sejujurnya, saya belum tahu, karena nyatanya pelanggaran atau penyimpangan masih saja terjadi. Bahkan ada yang secara lantang mengatakan, “Peraturan dibuat untuk dilanggar!” (how can that be?)

Sebagai pemantau independen, saya sepenuhnya menyadari, bahwa mengungkapkan temuan-temuan di pameran mengandung risiko (paling tidak bagi saya pribadi). Yang merasa dikritik pasti akan tersinggung… apalagi bila ybs adalah pengurus.. Tapi apa boleh buat, nyatanya tidak ada anggota maupun pengurus yang berani. Padahal pada waktu pra musda, hampir semua rayon menyuarakan hal tersebut. Ini salah satunya, dari rayon Semarang Timur : “… harap diberikan sangsi kepada peserta yg dapat stand pameran tapi nyata2 tidak menempatinya bahkan malahan dioperkan/dijual di bawah tangan kepada peserta lain, bentuk sanksi berupa tidak diijinkannya peserta yg kena sanksi tsb untuk mengikuiti 3x undian stand pameran” (notulis: pak Mahfud Aneka).

Di bawah ini adalah jepretan kamera atas stand yang –menurut saya– menyimpang. Kalau saya salah, siap dikoreksi.

Tercatat sebagai pemenang stand: Sabicho, yang terpasang : Sadhana. Meski memang satu kepemilikan, mestinya kesalahan ini bisa dikoreksi.

.

Pemilik stand sampai dengan technical meeting : K&N Computer. Di lapangan, stand diisi DNA Computer yang mengusung Forsa Notebook. (Semula saya akan menulis komentar mengenai hal ini tapi maaf… saya cancel saja).

.

Stand ini milik DS Computer, tapi papan nama yang dipasang PIPI Computer. Ini mirip dengan kasus “Sadhana-Sabicho”. DS Com dan PIPI adalah satu kepemilikan (Pak Sudjono). Sayangnya, .. berbeda dengan Sabicho, PIPI Computer BUKAN anggota Apkomindo. Apakah non anggota boleh ikut pameran?

.

Penutupnya sama dengan email saya tempo hari (copy paste saja)

Apa yang bisa dilakukan oleh Pengurus DPD, peserta, maupun EO bila ada pelanggaran? Sejauh ini –seperti pada pameran-pameran terdahulu– belum pernah terdengar ada sanksi. Apalagi pelaku pelanggaran dan/atau penyimpangan mungkin saja personel Pengurus. Saya pribadi yang menempatkan diri sebagai independent watcher, pun tidak punya power. Namun dalam era keterbukaan seperti sekarang, kita akan lihat bersama-sama apakah komitmen akan ditepati atau tidak.

.

Let’s wait and see. Time will tell.

Semangats pagi!
dp