Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Lansia di Singapura

Lansia di Singapura

Blog Stats

  • 57,007 hits

Archives


lansia petugas toilet di bandara Changi

Ada sebuah kisah dari Singapura tentang anak durhaka, yang sampai mengusir ayahnya sendiri dari rumah yang diwariskannya dan sang ayah terpaksa menggelandang. PM Lee Kuan Yew akhirnya mengetahui kejadian tersebut, kemudian mencabut hak waris dan mengembalikan kehormatan sang ayah. Kisah tersebut sudah beredar di facebook dan dikutip banyak blog.

Apakah cerita tersebut nyata atau rekaan tidak menjadi masalah, namun pesan moral yang perlu dipetik adalah agar kita tetap menghargai orangtua dan para lansia, dan buktinya memang benar di Singapore para lansia tersebut tetap dikaryakan

Pemerintah Singapura memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para lansia, antara lain dengan mengkaryakan mereka sebagai petugas cleaning service di bandara, mall, atau restoran. Bagi para lansia tersebut, dimaksudkan agar mereka merasa tetap eksis dan mempunyai penghasilan sendiri. Sedangkan bagi kaum muda dan anak-anak,  diharapkan mereka juga menghargai para sepuh dan pekerjaan yang biasanya dianggap remeh seperti cleaning service.

feedback panel

Berawal dari ingin membuktikan cerita tersebut, saat berkesempatan ke Singapore pasti saya sempatkan mampir di toilet bandara Changi dan sekedar menyapa eyang-eyang ini. Ada yang memberi kode bahwa dia tunadaksa atau mungkin pendengarannya sudah tidak berfungsi, ada yang berusaha membalas ramah sapaan meskipun dengan bahasa yang tidak saya mengerti (demikian juga sebaliknya, karena saya pakai bahasa Jawa krama inggil), dan ada pula yang dengan senang hati diajak berfoto bersama.  Tidak lupa sekeluar toilet saya tekan good atau excellence pada feedback panel yang terpasang di pintu keluar toilet.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membandingkan perbedaan atau persamaan perlakuan kepada lansia di negeri kita dan negeri tetangga. Hanya sekedar pengingat agar kita –khususnya saya– lebih berbakti kepada orangtua dan para lansia di sekitar kita. Demikian pula sebagai pengingat, bahwa suatu saat nanti kita akan menjadi lansia. Bagaimana mengisi hari-hari sebagai calon lansia dan bagaimana mengajarkan kepada anak-anak agar hormat dan berbakti, harus dimulai sejak dini.

Mari bersiap menjadi lansia yang berguna.

Seorang lansia menikmati makan siang di Boat Quay, tepian Singapore River. Membagi remah-remah makanan untuk burung-burung merpati

*bagian dari rangkaian tulisan “Fly to Singapore with AirAsia”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: