Orek-orekan Dwi Pramono

Home » opini » Akpol sebagai tujuan wisata

Akpol sebagai tujuan wisata

Blog Stats

  • 56,859 hits

Archives


pohon-pohon besar di Akpol

Beberapa hari sebelum Irjen DS (Gubernur Akpol) ditahan oleh KPK karena kasus simulator SIM, beliau sempat mengemukakan rencananya untuk menjadikan Akpol sebagai tempat wisata. Mengutip tempo.com

Komplek Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang yang selama ini dikenal tertutup akan dibuka sebagai tempat wisata bagi masyarakat umum. Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Djoko Susilo menyatakan sudah saatnya lembaga pendidikan Akpol membuka diri terhadap masyarakat agar bisa mengenal lebih banyak kebudayaan.

“Kami harus membuka diri. Akpol bisa menjadi pusat unggulan pariwisata. Masyarakat bisa leluasa keliling disini (di komplek Akpol). Kita tidak eksklusif,” kata Djoko Susilo di sela-sela seminar bertema “Kemitraan Akpol dengan Perguruan Tinggi” di Gedung Serbaguna Akpol Semarang, Kamis, 12 April 2012. Djoko mencontohkan bahwa pada pagi hari masyarakat bisa masuk ke Akpol untuk berolahraga dan menikmati keindahan alam.

Sebagai tetangga Akpol, yang setiap hari bisa melihat para taruna berbaris, berlatih marching band, atau sesekali mendengar suara senapan saat mereka berlatih menembak, saya sependapat bahwa kompleks Akpol sangat potensial untuk jadi salah satu tujuan wisata.

Taruna berbaris dari asrama menuju kelas atau tempat latihan

Banyak sekali objek yang bisa dijadikan tempat wisata edukasi, misalnya di kompleks Stadion Taruna, yang sering kami manfaatkan untuk jogging di minggu pagi. Ada pesawat terbang dan kereta api beneran juga replika kapal yang biasa digunakan untuk latihan pasukan anti teror. Ada bendungan Akpol, kolam renang, GOR berbagai cabang olahraga dan kebun aneka komoditas unggulan.

Sekedar melihat taruna-taruni berbaris saja sudah membanggakan, apalagi saat menyaksikan mereka berlatih marching band atau kolone senapan. Keren!

Kalau rencana menjadikan Akpol  sebagai tempat wisata terlaksana, tentunya harus ditentukan lokasi mana saja yang bisa dikunjungi wisatawan dan mana yang area terlarang, karena bagaimana pun juga sebagai lemdik calon perwira polisi tentu banyak hal yang “bukan untuk umum”. Jenis wisatanya juga bukan yang memungkinkan pengunjung bebas kesana kemari, melainkan wisata terpandu dan terjadwal. Mengundang siswa-siswi SMA untuk berkunjung (selain saat event Porsimaptar) tentu akan meningkatkan minat para siswa unggulan untuk mendaftar jadi taruna saat mereka lulus kelak.

Sayang, sejauh ini saya belum mendengar tindaklanjut dari rencana “Akpol Wisata” tersebut. Mudah-mudahan sih bisa terlaksana.. Siapa tahu bisa mengangkat potensi ekonomi kawasan sekitarnya juga, khususnya tetangga kompleks yang di jalan Papandayan, Tengger, dan kawasan Gajahmungkur.. 🙂

Artikel terkait:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: