Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Keluarga » Temanku, profesor..

Temanku, profesor..

Blog Stats

  • 56,544 hits

Archives


Dewi Liesnoor Setyawati, teman seangkatan (1981) di Fak. Geografi UGM hari ini (05/03) dikukuhkan sebagai guru besar bidang geografi fisik di Unnes. Tentu saja aku ikut bangga karena sejak masa kuliah kami sering bersama baik dalam aneka kepanitiaan, senat mahasiswa, maupun saat di komisariat HMI. Dewi memang sejak dulu terkenal tekun dan serius… bahkan untuk urusan sebagai seksi konsumsi sekalipun. Sejak Dewi menjadi dosen di Unnes, dan di tahun 2011 saat Dewi mencapai gelar doktor, kami –teman-temannya– yakin bahwa jenjang guru besar hanya soal waktu.

Dewi (duduk, nomor 2 dari kanan) diantara teman seangkatan

Mengutip situsnya FIS UNNES:

Dalam pidato pengukuhan dengan judul ”Optimalisasi Ketersediaan Air Melalui Konservasi dengan Pendekatan Geografi”, beliau menyatakan bahwa Peranan geografi dalam mengoptimalkan ketersediaan air melalui konservasi sangat besar. Ditinjau dari aspek fisik alam, pendekatan geografi mampu melakukan upaya peresapan air melalui berbagai bentuk konservasi air yang tepat guna. Dari aspek manusia, memasyarakatkan konservasi dapat dilakukan pada kelompok masyarakat dan melalui kurikulum pendidikan di sekolah, khususnya pendidikan usia dini untuk mewujudkan slogan ‘sadar lingkungan’ dan ‘peduli lingkungan’.

Beliau juga menambahkan bahwa Kampus Unnes juga telah melakukan upaya optimalisasi ketersediaan air melalui  kegiatan konservasi air. Secara fisik Unnes memiliki ribuan pohon, taman, embung, sumur resapan, dan biopori. Penggunaan lahan di kampus Unnes meliputi: bangunan, jalan dan tempat parkir seluas 22%; embung dan sungai seluas 0,54%; luas tanaman tahunan 46%; tanaman perdu dan lapangan seluas 31%. Luas tanaman hijau di kampus Unnes mencapai 77%. Kondisi lahan di Unnes tersebut termasuk pada kriteria memenuhi persyaratan. Merujuk pada UU No.41 tahun 1994 tentang kehutanan, pasal 18 ayat 2 menyebutkan bahwa luas kawasan hutan yang harus dipertahankan minimal 30% dari luas DAS dan/atau pulau. Perda tata ruang Kota Semarang menyebutkan bahwa koefisien dasar bangunan (KDB) di Semarang Atas 60% untuk ruang terbuka dan 40% untuk lahan terbangun.

Dewi diantara teman seangkatan dan prof. Sudarmaji, dosen kami jaman dulu. Berbatik putih paling kanan, Prof. Riyanta sekarang dekan di almamater kami. Di belakangnya, pakai jas, M. Amin, juga teman se-angkatan adalah suami Dewi. Di sebelah kanan Dewi adalah Anna, dosen UMS dan Baiquni, dosen UGM. Di foto ini satu-satunya yang bukan dosen (tapi botak juga), …itu yang berbatik merah berdiri di belakang 🙂
 

Dewi menikah dengan teman seangkatan kami juga, M. Amin, yang saat ini sedang menyelesaikan studi S3 di UGM. Diantara teman seangkatan Dewi termasuk yang paling cepet menjadi eyang putri, karena Ivadilla (mbarep mereka) sudah dikaruniai anak, sedangkan adiknya –Avicenna– saat ini kuliah di FT jurusan Sipil di UNS, tetanggaan kampus dengan anakku di FK UNS. Anak-anakku memanggil Dewi dan Amin dengan bu dhe/pak dhe.. Cukup dekat seperti keluarga, karena sudah belasan tahun sama-sama tinggal di Semarang.

Dewi-Amin dan keluarga besar

Selamat untuk Dewi, juga selamat untuk keluarga besar Dewi & Amin. Ndherek bingah, ndherek mangayubagya. Mudah-mudahan sukses Dewi & Amin dalam karir dan keluarga bisa menjadi contoh teladan buat kami (aku-istri-dan anak2).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: