Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Tempo Doeloe » Koloniale Tentoonstelling 1914

Koloniale Tentoonstelling 1914

Blog Stats

  • 57,007 hits

Archives


Kutipan dari Menjelang 100 tahun Tentoonstelling 1914:

Hanja Semarang satoe2nja kota di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara jang pernah menjelenggarakan pameran besar setaraf World Expo. Semarang, Dutch East Indies – Koloniale Tentoonstelling (1914). Betapa tidak, perajaan itu menjadi sebuah perhelatan terbesar jang pernah diselenggarakan di Indonesia dan bahkan termasuk sebagai 1 dari 10 expo dunia (world fair) terbesar jang diselenggarakan antara tahun 1910-1920. Dan hingga saat ini, tidak ada kota lain di Indonesia jang pernah disebut sebagai salah satu penyelenggara World Expo terbesar di dunia, Djakarta sekalipun.

Koloniale Tentoonstelling bukan hanya merupakan sejarah bagi Kota Semarang, tapi juga bagi kami putra wayah Kartoamijayan. Pasar Malem jadoel yang spektakuler pada masa kolonial itu merupakan jumpa pertama eyang kakung dan eyang putri.  Tanpa perjumpaan itu, mungkin kami –anak turunnya– nggak terbit di dunia ini. Ringkasan surat eyang putri yang dikutip di Album Trah Kartoamijayan 1995 hal. 12:

“Aku melihat meneer Soekarto pertama kali ketika bersama Kangmas Kartowidagdo hendak nonton Koloniale Tentonstelling di Semarang. Kami menginap di rumah Bapak Ibu di Genuk, timur Semarang. Aku tidak diperkenalkan, juga tidak berkenalan sendiri. Jumpa kedua kalinya sudah duduk bersanding, karena jadi pengantin. Aku menjadi istri meneer Sukarto”

Note: eyang menikah 8 Mei 1915, dikaruniai 14 putra (ayahku no. 9), dan sekarang ada ratusan cucu, buyut, dan cicit di Trah Kartoamijayan.
.

Jadi saat seorang teman di FB mengunggah video mengenai KT 1914 ini, spontan saya menuliskannya di blog (kuatir keburu lupa). Eh, tapi video di FB bisa diunggah di sini apa nggak ya? *gaptek | coba dulu* Link videonya di FB silakan klik di sini (mungkin hanya teman yang bisa lihat).

Beberapa tahun lalu (sebelum ada FB), saat browsing mengenai Semarang saya juga sudah mengoleksi beberapa foto tentang pasar malem jadoel ini, terutama dari www.semarang.nl.

Prangko terbitan khusus dan gerbang Koloniale Tentoonsteling

road to festival (kiri) dan koin terbitan khusus

kayaknya yang kiri atas itu stand ukir (Jepara?), yang kanan bawah stand Tapanuli.

Tentang Koloniale Tentoonstelling ini, ada komunitas di FB yang berobsesi memeringati 100 tahunnya di 2014. Sementara untuk saya, artikel, foto, dan video ini akan semakin melengkapi album keluarga.

Advertisements

15 Comments

  1. titus says:

    monggo main ke sentiling2014.multiply.com, saya sudah mendapatkan juga peta tapaknya… tfs mas… suratnya itu menrenyuhkan…

  2. maslie says:

    Wuihhh keren juga poto2 jadulnya Pak

  3. erik says:

    yak indahnya tempo dulu
    eh saya punya pilm tentang semarang tempo dulu

    • yudi says:

      Sebetulnya generasi tua itu bukan sekedar bernostalgia akan kejayaan masa lalu, Rik. Setiap jaman ada ceritanya. Tapi kalau tempo doeloe, saat dijajah pula, ada event internasional, mengapa sekarang sepertinya tidak mungkin?

  4. didut says:

    itu Eyang Pak DP mencatat detil sejarah yang dialami beliau yah? (semacam buku harian)

    • yudi says:

      Semula yang punya prakarsa menghimpun foto dan surat-surat eyang adalah pak dhe saya. Maka dokumen-dokumen “bersejarah” itu terhimpun dengan baik, termasuk surat-surat eyang dengan anak-cucu vice versa (eyang rajin sekali berkorespondensi). Periode 1990 ke sini, generasi saya ambil peran.. termasuk mendigitalkan foto dan surat-surat dalam bentuk Album Trah.

  5. hartoyo says:

    Matur nuwun atas infonya bapak/ibu di sini.
    kebetulan saya oarang semarang juga…mau ikut nimbrung nih…kalau event ini bisa terealisai dengan baik maka saya salut dan gembira…ada event yang jaman dulu digelar lagi untuk nostagia tempo dulu di era kolonial..dan ada unsur budaya campuran indo dan belandanya…nomong2x dengan bantuan dari teman saya di Belanda saya dengar tentang lagu yang ada di web http://sentiling2014.multiply.com/video..
    ini artinya : Intinya lagu ini menuturkan tentang seorang Indo: Tante Tuti yang merindukan masa indah dulu di Jawa. Setiap kali ada Pasar Malam (sekali setahun Tong-tong di Den Haag) ia datang untuk mengobati rasa rindunya.Tapi setelah dua minggu pasar malam berakhir. Kerinduannya muncul lagi, dani ia sadar tidak bisa kembali ke masa indah di Jawa dulu.begitulah kira-kira…

  6. Bartele says:

    Di Aaltje Cafe ada poster asli dari Koloniale Tentoonstelling Semarang 1914 di jual. Mungkin ini yg terakhir yang masih ada di dunia.

    Aaltje Cafe ade di Kemang, samping German bar die Stubbe.

  7. A>Iwan Setiawan says:

    saya berniat menjual photo2 asli pasar malam 1914,semua ada 2o buah.Buat teman2 yang berminat bisa menghubungi saya di 0881 396 4673.Matur nuwun,iwan -semarang

  8. Ali Usman says:

    Saya memiliki buku kuno dari zaman Belanda mengenai Pameran besar di Semarang th. 1914 ini, berjudul “De Koloniale Tentoonstelling Semarang”.
    Bukunya berukuran besar dengan berat mungkin sekitar 5 kg.
    Berisi banyak foto-foto berukuran besar, peta-peta, tabel dan keterangannya.
    Buku sangat tebal karena setiap halamannya terbuat dari kertas yang tebal, (lebih besar dan lebih tebal jika dibandingkan dengan buku yellow pages khusus yang berukuran besar).
    Saya akan menjualnya, jika anda berminat silahkan hubungi saya di HP. 0818.838.836

    • yudi says:

      Wow.. ternyata ada bukunya juga. Pasti jadi incaran kolektor nih, pak Ali Usman. Saya belum berani menyatakan minat, khawatir malah buku bersejarah itu rusak di pustaka saya karena sebagian koleksi buku saya dimakan rayap 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: