Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Smile with Loenpianers

Smile with Loenpianers

Blog Stats

  • 56,510 hits

Archives


smile girl pin“Anak-anak tadi pagi makan apa?”
“Tempee…!”
“Kalau bukan tempe, apa lauknya?”
“Tahuuu…!”

Begitu jujur dan spontan mereka menjawab serempak saat ditanya tentang menu makan harian. Oseng-oseng kacang panjang atau tumis kangkung adalah menu rutin. Daging dan telur menjadi lauk yang istimewa karena tidak setiap hari mereka beruntung memperolehnya. Mie instan adalah menu alternatif karena sumbangan yang paling sering mereka dapatkan adalah mie instan dan beras. Maka, saat mereka lahap makan nasi kotak berlauk ayam goreng yang kami bawakan, sebersit rasa haru muncul di sela suasana makan bersama anak-anak panti asuhan ini.

boboSmile with Loenpia adalah agenda rutin bakti sosial “loenpia [dot] net” komunitas blogger Semarang. Bantuan yang dihimpun dari anggota komunitas berupa pakaian pantas pakai, buku dan majalah, serta dana. Lokasi yang dipilih kali ini adalah Panti Asuhan FATIMATUZZAHRO di Desa Juwono RT 02 RW 03 Kel.  Mangunharjo Kec. Tembalang. PA ini didirikan tahun 2004 dan saat ini menampung 35 anak, yang terkecil usia 8 (kelas 2 SD) hingga 17 tahun (kelas 3 SMP).

Anak laki-laki yang sudah SMP menjadi kakak dan pembimbing bagi adik-adiknya, sedangkan yang perempuan sudah belajar mengatur menu makan dan memasak. Menonton teve hanya bisa dilakukan saat libur namun sesekali ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah diijinkan. Kegiatan mengaji dilakukan setelah maghrib dan mereka juga sudah berlatih rebana yang peralatannya juga sumbangan dari donatur.

Saat yang lain makan dan mendengarkan teman-temannya memainkan rebana, saya menengok keadaan kamar mereka ditemani salah satu anak panti. Tidak ada kasur dan bantal, hanya tikar, buku, dan tas berserakan… khas kamar anak laki-laki. Mereka lebih sering tidur ramai-ramai di koridor sebelah musholla yang terbuka karena cuaca panas belakangan ini.pa-2

Terdorong rasa ingin tahu, saya tanya anak yang sepantaran anak saya ini,

“Kamu masih punya orangtua?”
“Tidak, pak!”
“Sekarang kelas berapa?”
“Kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (SMP)”
“Wah, sebentar lagi lulus, ya. Mau meneruskan kemana?”
Lama dia diam tak menjawab, dan akhirnya mengalihkan muka sambil menjawab, “Tidak tahu, pak!”
Saya lihat dia menahan perasaan. Maka saya pun tidak meneruskan pertanyaan.. speechless.

Memang ironis, sementara segelintir orang Indonesia memiliki harta milyaran hingga trilyunan rupiah, di sini ada puluhan anak yang belum tahu apakah mereka masih bisa sekolah esok hari. Sementara sebagian dari kita berwisata kuliner mencoba aneka menu baru di restoran, di sini ada puluhan anak yang makan daging dan telur pun merupakan menu istimewa.

Bantuan apa pun yang kita berikan, insya Allah bermanfaat bagi mereka. Namun yang lebih mereka butuhkan sebenarnya adalah perhatian, kasih sayang, dan… secercah harapan untuk menatap masa depan.

Mudah-mudahan agenda yang sudah rutin dilaksakan oleh komunitas ini terus berlanjut dan berkesinambungan.

Artikel lain dengan subject sama :

pa-3

Advertisements

5 Comments

  1. wedhouz says:

    wah… kalo saya tahu tempe tiap hari pak…
    telur tidak pernah apalagi daging…

    haru sama saya juga gak pak? 😛

  2. -lie- says:

    Yahhh ini lah Indonesia

  3. didut says:

    suwun pak sudah direpotin loenpia hehe~ semoga bermanfaat 😀

  4. yudi says:

    @ wedhouz: dirimu perkecualian yang langka..
    @ lie: what next? Ayo, generasi muda jangan loyo!
    @ didut: Amin.

  5. wongsableng says:

    wah kegiatan yang menyenangkan… makasih pak udah banyak direpotin loenpia 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: