Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Warga juga sih, yang nggak disiplin…

Warga juga sih, yang nggak disiplin…

Blog Stats

  • 56,859 hits

Archives


watch-your-headPosting bersama Komunitas Loenpia dalam rangka Kampanye Keselamatan Publik

Seringkali kalau ada kejadian kecelakaan –akibat fasilitas publik– yang menimpa warga masyarakat, selalu harus ada kambing hitam yang dipersalahkan. Kalau bukan pejabat pemerintah atau aparat negara, tentu materi penyebab kecelakaan yang disalahkan.

Dalam beberapa kasus memang bisa jadi terjadinya kecelakaan itu akibat keteledoran pejabat/petugas yang berwenang, misalnya orang-orang yang terjatuh dari kendaraan akibat jalan berlubang yang lama tidak diperbaiki. Bisa juga kecelakaan terjadi akibat sarana dan prasarananya yang memang sudah tidak memadai, misalnya kasus orang kejeglong di jembatan penyeberangan, karena permukaannya sudah pada bolong.

Soal mencari kambing hitam, siapa yang salah dalam suatu masalah, nampaknya sudah menjadi kebiasaan sebagian besar warga kita… mungkin juga anda dan saya. Tapi kalau mau sedikit menelisik, betapa banyak kejadian konyol yang justru diakibatkan ketidaktertiban atau ketidakdisiplinan warga sendiri.

anak-nekatKalau disebut satu persatu bisa panjang artikelnya. Tapi yang paling sering saya amati di jalan raya, antara lain saat kesebelasan favorit Semarang (PSIS) bertanding di kandang sendiri. Semua kendaraan terbuka yang mengarah ke GOR Jatidiri di Karangrejo akan dicegat dan menjadi tumpangan gratis para suporter bonek, dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri.

Contoh lagi, saat saya dalam perjalanan di Kendal (lihat foto). Anak-anak usia SMP memaksakan diri naik bus yang benar-benar sudah penuh (yang motret sebelah saya lho.. kan saya lagi nyopir). Posisi mereka seperti itu dalam kecepatan bis hampir 60 km/jam. Mengerikan!

Ada kasus lain, betapa malas orang memanfaatkan jembatan penyeberangan. Yang paling sering saya amati ya yang dekat rumah.. di Kagok. Padahal jembatan itu dibangun karena memang lalulintas di jalan Sultan Agung itu ramai luar biasa. Saat anak saya masih di SMPN 5, sempat dalam suatu rapat orangtua murid, saya sampaikan di forum agar para guru mewajibkan siswa menyeberang lewat jembatan penyeberangan itu.

Intinya, dalam mengampanyekan gerakan keselamatan publik, saya bukan membela atau menyalahkan salah satu pihak. Perlu selalu diingat, bahwa seringkali keselamatan warga tidak hanya ditentukan oleh tertib aparat maupun kesempurnaan sarana prasarana. Tertib dan disiplin diri seringkali menjadi faktor yang lebih menentukan.

Mari sama-sama introspeksi.

.

Yang posting bareng:

.

 

Advertisements

7 Comments

  1. didut says:

    wah pak DP rajin pasang link 😀 …betul pak sisi pengguna juga sih yg sering tdk aware dgn keselamatan sendiri

  2. k1n6k0n9 says:

    wekeke.. iya nieh yang penting setorannn dapettt, lanjut bang….

  3. Satrio says:

    wakakaka jadi inget jaman sma ni pak dp… ngglantungan di bis damri… wakakakak!!!!

  4. -Lie- says:

    Kalau di Indonesia kan yang terpenting asal bisa sampai tujuan. Ntah harus bergelantungan atau gimana caranya pun yang penting sampai

  5. fahmi says:

    Wah, iya tuh. Aku juga pernah kejenglong neng ndalan. Emang sih, jalan ya rusak, huh..mennjengkelkan kondisi jalan raya saat ini!

  6. Niff says:

    betul sekali pak, kesadaran akan kedisiplinan memeng perlu sering diingatkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: