Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Umbruzvaganza77 community

Umbruzvaganza77 community

Blog Stats

  • 56,510 hits

Archives


berempat

Akibat salah edit, 2 alinea awal terhapus 😦

Info reuni saya dapat dari SMS Herdiah (belum tanya darimana dia tahu nomerku) kemudian disusul email Tatang Martadinata yang pake akun email anaknya, akhirnya saya buatkan milis di googlegroups yang saat ini baru beranggota 25-an alumni. Sebagian besar yang lain memang tidak terkoneksi internet, namun yang sudah terlacak melalui nomor telpon dan alamatnya ada sekitar 90-100an orang (dari 275 siswa se-angkatan).

Atas usul Dani WM dan Pip Darmanto, komunitas alumni ini dinamakan Humbruzvaganza77 (umbrus dalam dialek Pekalongan artinya konyol, kacau, kocak dan agak ngawur, dikutip dari “Kamus Dialek Pekalongan” karya teman kami Sri “Iyeng” Setyowati dan Asikin kakak kelas yang saat ini tinggal di Belanda). Diskusi di milis juga kental dialek Pekalongan (tapi aku udah nggak bisa).

Satu persatu teman-teman terlacak dan dilacak jejaknya. Pujo Semedi yang dulu terkenal bandel dan mbelis sekarang profesor doktor antropologi di UGM, Pip Darmanto jadi kolonel penerbang AU, Ratna Wiguna punya koleksi mobil Mercy dan tokonya tersebar di banyak tempat, Rini jadi dokter spesialis bedah, dan banyak teman lain yang meniti karir sebagai pamong negeri maupun berwirausaha. Sebaliknya, ada pula teman alumni yang kabarnya kurang beruntung karena jobless atau ada kisah duka dalam membina keluarga.

Tanpa membedakan semua itu, teman-teman yang kebetulan tergabung dalam milis mulai merangkai kenangan jadul petualangan masa remaja. Termasuk saya yang kebetulan masih menyimpan beberapa foto jadul dan tidak dimiliki teman-teman lain. Jadi inget, bahwa dulu pernah melakukan petualangan bersama Pujo dan Mamat, menyelusur pantai Pekalongan hingga Semarang (meski tak sampai finish). Pernah pula bersepeda (jengki) bertiga dengan Saifulloh dan mas Amir Nurdin dari Pekalongan-Semarang-Solo. Petualangan “nekat” itu jaman masih usia 13-15 tahunan, lho! Yang paling seru tentu kisah-kisah konyol cinta remaja. Dulu siapa naksir siapa.. dan ternyata ada juga yang (akhirnya) jadian meski setelah masing-masing menyandang status janda-duda (Anti dan Anto).

bareng1Minggu, 15 Maret 2009 yang lalu, beberapa teman kumpul di rumah kami Papandayan 33 Semarang untuk merancang acara reuni setelah semalam sebelumnya (14/03) juga kumpul-kumpul di rumah Ratna di Yogya untuk jumpa beberapa alumni di sana. Semangat teman-teman untuk bersilaturahmi memang luar biasa. Tatang dari Bandung, Ratna dan Antik dari Yogya, Hendri dari Jakarta, Catur dari Surabaya, Eni dan Diah dari Pekalongan, Sudiharto dan Eko dari Kendal… semua bersemangat untuk hadir. Bahkan sebelum acara reuni 19 Juli yad, tanggal 5 April nanti masih pengin ketemuan lagi di Pekalongan, mematangkan rencana menyumbang AC untuk ruang guru, tanaman penghijauan, anjangsana kepada mantan guru-guru dan menambah koleksi buku untuk perpustakaan.

Wah, jadi kangen dengan soto tauto dan sego megono yang khas Pekalongan. Rencananya, reuni 19 Juli –kalau memungkinkan– saya mau ngajak keluarga besar bernostalgia di sana, ah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: