Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Keluarga » (Melu) Mantu Putu

(Melu) Mantu Putu

Blog Stats

  • 56,544 hits

Archives


evie

Mari memulai artikel dengan bingung dulu. Paramitta Sekartaji (5.1.2.1.1), yang biasa dipanggil Mitta, kelahiran 19 September 1986, secara silsilah kepernah cucu saya. Ibunya, Shavitri “Evie” Nurmala Dewi (5.1.2.1.), adalah putri mbarepnya dik Nuning S.A. Djatiningsih (5.1.2.0). Jadi, Mitta adalah cucunya dik Nuning.  (Meskipun [seharusnya] saya panggil “dik” sebenarnya dik Nuning ini jauh lebih sepuh dari saya, karena beliau lahir 20 tahun lebih dulu dari saya). Nah, berdasarkan “awu”-nya, maka Mitta pun (seharusnya) memanggil saya Eyang Duwiek.

undangan mitta

Tanggal 9 Desember 2008 yang lalu, keluarga Evie – Hariyanto, punya gawe menyelenggarakan syukuran pernikahan Mitta dengan Prasatka. Undangannya kontemporer, khas anak muda. Sayang tempatnya di Yogya dan kebetulan hari kerja pula, jadi kami sekeluarga tidak bisa hadir. Maaf, ya Mitta… Eyang Duwiek dan keluarga kirim doa dari jauh saja.

pc100184a

Kalau tidak salah catat, Mitta adalah yang pertama dari generasi kelima dari Eyang Buyut Sastrorejo yang sudah menikah. Jadi, insya Allah kalau tahun depan pasangan ini mendapatkan momongan, Trah Sastrorejan akan membuka sejarah baru dengan lahirnya generasi keenam. Coba, istilah Jawanya apa? Anak (1), putu (2), buyut (3), canggah (4), udhek-udhek siwur (5)… [wah, sudah habis kosakata saya untuk anaknya udhek-udhek siwur]. Dan, kalau nanti anaknya Mitta-Prasatka lahir, saya akan katut dipanggil “mbah buyut!” Subhanallah.

pc100228aTantangan bagi saya, yang kebetulan sekretaris yayasan Trah Sastrorejan, adalah membuat pencatatan silsilah yang semakin sistematis dengan “berkembang biaknya” keluarga besar ini. Memang teknologi sangat membantu, namun tanpa dukungan para anggota keluarga untuk tetap memperbarui data keluarga, macam-macam software dan hardware pun tak akan berdaya.

Ayo, anak-cucuku… bantu eyangmu dengan selalu rajin mengupdate data, ya…!

Untuk Mitta-Prasatka dan keluarga besar Soegono, kami sekeluarga turut memanjatkan doa, barokallahu laka wa baroka alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir. Semoga berkah dari Allah senantiasa hadir, selamat menempuh hidup baru.

Advertisements

7 Comments

  1. didiet says:

    selamat kagem mbah buyut duwiek. kalau aku sekedar dipanggil mbah atau eyang sih sudah oleh 12 anak (9 dari keponakanku & 3 dari keponakan istri), kalau mbah buyut sepertinya masih lama lagi. tapi nggak tau kalau dari saudara2 jauh..

  2. Satrio says:

    jadi ni kalo ketemu di kopdar manggilnya “Pak Pram” ato “Mbah Pram”

    hehehe…

  3. yudi says:

    @Didiet, keluargaku memang tidak salah disebut keluarga besar. Dari sepasang mbah buyut Sastrorejo, sekarang dalam register ada 900-an keturunan.

    @Satrio, apalagi sebutan.. ada yang memanggil saya Yudi atau Dwi atau Pram, atau bahkan Kroto.. semua boleh saja.

  4. sesy says:

    walah pak. eh tp pak, bukane udhek2 itu satu generasi di atas ganthung siwur ya??? kan pas ada 7 turunan. *mbukaki buku basa jawa jamuren jaman sd dhisik*

  5. Aji Prabowo says:

    wuih2,. besar sekali yah trah sastroredjan ini,..saya siap membantu Oom,.. 🙂

  6. H4rs says:

    wah dah punya cucu to om.. gak nyangka wekekkeke

  7. Ndoro Seten says:

    wah….wah….
    bakale sugih anak putu no mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: