Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Eyang Duwiek

Eyang Duwiek

Blog Stats

  • 57,438 hits

Archives


Semalam [24.11.2008] mbak Nuning Soegono (5.1.1.0.) mengabarkan, dalam waktu dekat akan mantu cucu. Informasi ini selain membahagiakan juga “menyadarkan” betapa saya (yang segenerasi mbak Nuning meski beda usia jauh) sudah masuk kategori menjelang usia senja. Sebenarnya bukan hal yang aneh di lingkungan keluarga besar Sastrorejan. 15 tahun yang lalu pun saya sudah (boleh) disebut eyang, karena mbak Susilowati (6.1.1.0) sudah bercucu. Saya temukan tulisan jadul saya di Buletin TKH Oktober 1994, dan saya post ke blog untuk arsip digital.

.

Evin Fetih Razanti (6.1.1.1.1.), 12 November 1994 ini merayakan ulangtahunnya yang pertama. Siapa Evin? la adalah cucu pertama dari keluarga ‘dik’ Soeroso (mantan direktur PDAM) di Magelang, dan karena ‘awu’-nya, maka saya kepernah eyangnya Evin juga. Dalam pengertian ini, kalau suatu saat nanti Evin jurnpa dengan saya, maka ia (seharusnya) memanggil saya Eyang. Begitu juga kepada Dhinar, ragilnya Oom Nardi yang masih sekolah di SD. Kepada Adit-anak saya yang masih sama-sama balita- ia akan memanggil bu dhe. Lalu, eyang buyutnya? Byuh, betapa banyaknya eyang buyut Evin….

keluarga-surosoDalam pertemuan silaturahmi di Auditorium Diklat Jateng beberapa waktu yang lalu, “kebingungan” semacam itu banyak dijumpai terutama bagi yang muda-muda dan jarang jumpa. Sudah disapa ‘dik’, eh.. nggak tahunya kepemah pak lik. Disapa pak dhe karena kelihatan sepuh, jebul malah se-generasi. Akhimya, hanya ber-hai-hai saja.. daripada salah panggil atau pilih ngumpul saja dengan yang sudah pada kenal.

Memang di luar forum silaturahmi kekuarga semacam itu, siapa begitu saja percaya kalau saya bilang bahwa ‘adik’ saya Direktur APDN, Direktur PDAM, atau kepala dinas instansi tertentu… Kalau saya bilang WS Rendra itu ‘kepernah’ adik (karena beliau mantunya Oom Edi Suardi), pasti teman-teman saya bilang: “Ah, ngibul!” Untungnya (tepatnya: sayangnya) belum ada keponakan saya yang jadi menteri atau pejabat tinggi, biar bisa numpang beken.

Pada Sadranan Trah Kartoamijayan beberapa tahun yang lalu, ketika adik-adik dan para keponakan dari Jakarta banyak yang bisa datang, ada konvensi di antara yang muda-muda, meskipun sebenarnya hanya guyon: Enggak masalah apakah Anda Oom atau nak, pokoknya yang lahir belakangan dipanggil dik. Gampang, to?.

Sepengetahuan saya, untuk bangsa-bangsa tertentu hubungan kekeluargaan semacam ini sangat penting. Misalnya di negeri Arab, untuk suatu kepentingan (nikah misalnya), orang akan peduli dengan silsilah seseorang. Misalnya Ali bin Achmad bin Abu bin.. siapa lagi. Demikian pula di negeri Cina, yang memperhatikan sekali “she” atau nama marga darimana ia berasal. Bagi umat Islam, tentu hal tersebut juga penting, mengingat aturan dalam fiqih yang mengatur tentang nikah dan hak waris.

Selain itu, tentunya para nenek moyang kita juga punya pertimbangan khusus mengapa soal ‘awu’ itu penting. Dan mengenai hal ini tentunya para sesepuh kita yang bisa memberikan penjelasan dan wawasan bagi kita. (Itu pun kalau ada yang menanggapi, Iho.. ).

Sambil menunggu petunjuk dari para sesepuh, trus bagaimana? Ya… paling tidak saya sudah harus lebih berhati-hati dalam banyak hal karena biarpun kecil begini, sudah ada yang memanggil saya: Eyang Duwiek.

Sampuun!

Advertisements

1 Comment

  1. Untuk masalah Awu atau yang tua adalah perlu di hormati, walau usia mungkin lebih muda. Itulah filosofi Jawa, apalagi di pewayangan kita tahu Werkudoro walau ngoko terkenal hormat kepada kakaknya Samiaji. Sebaiknya budaya ini kita uri-uri walaupun anak2 jaman computer ini sulit di bilangi.Suatu tantangan bagi kita para orang tua. Zaman boleh berubah, namun kebudayaan yang baik jangan luntur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: