Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Kolom » Silsilah

Silsilah

Blog Stats

  • 56,510 hits

Archives


sawangan-1954

Yang disebut Genealogi (bahasa Yunani: γενεά, genea, “keturunan” dan λόγος, logos, “pengetahuan”) adalah kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Ahli genealogi menggunakan berita dari mulut ke mulut, catatan sejarah, analisis genetik, serta rekaman lain untuk mendapatkan informasi mengenai suatu keluarga dan menunjukkan kekerabatan serta silsilah dari anggota-anggotanya. Hasilnya sering ditampilkan dalam bentuk bagan atau ditulis dalam bentuk narasi.

Beberapa ahli membedakan antara genealogi dengan sejarah keluarga dan membatasi genealogi hanya pada hubungan perkerabatan, sedangkan “sejarah keluarga” merujuk pada penyediaan detil tambahan mengenai kehidupan dan konteks sejarah keluarga tersebut.

Hal ini tentunya ada kaitan dengan sejarah atau history dalam bahasa Inggris yang bisa diplesetkan menjadi “his story”. Ada yang mengaku-aku keturunan seorang tokoh atau raja dan membaurkan sejarah dengan legenda. Kalaupun bukan legenda semata, karena yang ditokohkan sudah lama meninggal atau tidak ada, maka akhirnya sikap kita pada umumnya tergantung siapa yang menceritakan. Benar tidaknya kisah atau sejarah akhirnya tergantung dari siapa narasumbernya.

Seringkali yang dipakai sebagai tokoh yang diakui menurunkan atau sebagai nenek moyang adalah orang terkenal, entah karena “darah birunya” atau kedigdayaan dan kesaktiannya, atau kealimannya dalam beragama. Sekalipun mungkin shahih atau valid, informasi itu  bisa saja didapat dari pak lik,  simbah, mbah buyut atau bahkan mungkin yang dipakai sebagai mata rantai adalah isteri kesekian dari seseorang yang ditokohkan tadi (pada jaman dulu, bukan suatu yang aneh bagi bangsawan keraton mempunyai banyak istri di banyak desa).

Suatu sejarah dan silsilah tidak bisa dilepaskan dari faktor subyektif bagaimana kita melihat dari sudut pandang kepentingan kita sendiri. Suatu mata rantai yang “tidak cukup bergengsi” dalam silsilah, kadang-kadang dilewati atau diloncati begitu saja dengan berbagai akibat. Padahal orang yang hanya kita ketahui dengan nama Mbah Dulgepuk misalnya, kalau benar-benar leluhur kita pasti mempunyai peran dalam proses kelahiran kita di dunia ini. Jadi, seharusnya orang menghormatinya karena seorang mbah Dulgepuk mempunyai keturunan seorang CEO sebuah konglomerasi atau jenderal, meskipun mbah Dulgepuk sendiri seorang yang buta huruf dan petani sederhana di pelosok desa.

Konsekuensinya, kita sendiri harus berusaha agar kehadiran kita di dunia ini kelak bisa dibanggakan oleh anak turun kita, baik secara agama maupun kemasyarakatan. Artinya di hadapan Allah kita  mempunyai bekal akhirat yang baik, sementara di mata masyarakat nama dan kedudukan kita juga terhormat. Itu sebabnya, dalam membuat silsilah yang baik dan benar seyogyanya kita mencantumkan story yang benar pula, baik biodata maupun biografinya.

makam-sastrorejo-1950-anDalam keluarga kita —Trah Kartoamijayan— sejak tahun 1975 telah diterbitkan Album Keluarga yang antara lain berisi silsilah. Data dari eyang Kartoamijoyo ke atas masih terlacak otentitasnya,  karena eyang buyut Sastrorejo memiliki data kelahiran anak-anaknya lengkap dengan weton dan jam lahirnya. Hal ini termasuk suatu kemajuan di jamannya mengingat eyang buyut Sastrorejo hanyalah lurah Sawangan, suatu desa kecil di lereng Merapi. Silsilah yang lebih ke atas lagi yang menyebutkan garis nenek moyang hingga Panembahan Senopati sulit untuk dilacak jejaknya. Satu situs yang masih tersisa adalah adanya makam leluhurnya eyang buyut Sastrorejo di Mudal-Sawangan, Kabupaten Magelang. Jarak desa itu ke pusat kerajaan Mataram memang relatif dekat (sekitar 30 km).

Barangkali lebih utama dan harus dipertahankan kesahihannya adalah history dari Eyang Sastrorejo ke generasi berikutnya. Pemutakhiran data berdasarkan Nomor Induk Sastrorejan sudah disusun secara manual sejak 1975, kemudian menggunakan spreadsheet di era 1980-90an, hingga saat ini menggunakan software genealogy yang cukup canggih, yang bukan hanya mencakup data genealogic tapi juga biografi para anggota keluarga.

Agar pemutakhiran data dalam berlangsung berkesinambungan, tentu diperlukan operator yang bertanggungjawab dan kompeten. Dan tentu “tugas berat” ini harus diestafetkan dari generasi ke generasi. Alhamdulillah setelah generasi Eyang Suparto, kemudian ke generasi saya, dilanjutkan generasi anak-keponakan, saat ini sudah muncul Danang dan Aji Prabowo yang sudah IT-minded ditunjang teknologi informasi yang memadai. Siapa tahu pada abad ke-22 kelak anak cucu kita masih bisa memanfaatkan data yang kita himpun saat ini.

Tidak mungkin pekerjaan besar ini bisa sukses tanpa peran serta seluruh anggota keluarga. Updating data dari masing-masing kepala keluarga adalah sumber data utama. Setiap berita kelahiran, pernikahan, maupun kematian harus selalu dilaporkan untuk segera diupdate di database. Meskipun bukan hal utama, namun info tambahan seperti pencapaian gelar akademis, kepangkatan, naik haji, atau jenjang karir dan prestasi lain juga perlu dihimpun untuk melengkapi biografi.

Seyogyanya semua usaha ini dilandasi niatan untuk ibadah dalam rangka mikul dhuwur mendhem jero, menjunjung tinggi kehormatan leluhur.. dan memberikan bekal yang baik bagi generasi penerus. Insya Allah.

Advertisements

6 Comments

  1. Aji Prabowo says:

    Kulo Nuwun Oom,.. numpang komentar yach..:)

    Wah,. tulisannya benar2 “menggigit”,. sepertinya bagus jika disisipkan di dalam Buku Silsilah Kartoamidjoyo/ Sastroredjan 2009. Gimana OOm?

    Sudah sampai mana nih update data terakhir dari rumpun keluarga besar Eyang Soepomo Kartoamidjoyo?

  2. yudi says:

    Makasih, Aji. Kalau masih berorientasi pada versi cetak, saya masih punya banyak bahan untuk dimuat. Update keluarga Soepomo berikut foto-fotonya ntar saya kerjakan this weekend.

    Dari sini aku kasih link juga ke blogmu ya. Salam.

  3. wulan says:

    wah ceritanya baguz ni…

    tapi tolong dunk kasih silsilahnya yang rinci biyar aku tau silsilah mataram dari awal sampai sekarang….

  4. […] bagi saya, yang kebetulan sekretaris yayasan Trah Sastrorejan, adalah membuat pencatatan silsilah yang semakin sistematis dengan “berkembang biaknya” keluarga besar ini. Memang […]

  5. Setiawan says:

    Bapak yang terhormat, ke sana-sini saya bertanya namun belum juga kelar. Mohon jika bisa, dibantu. Eyang udheg-udheg saya adalah Tohwongso (kakak Tohjoyo) yang ikut membangun benteng Ungaran. Katanya dari arah Purworejo yang masih keturunan dari Amangkurat IV. Bisa nggak ya dibantu data-data lainnya, terima kasih banyak. Matur nuwun.

  6. awang says:

    Kulo nuwun om,
    temen saya baru dikasih tau sama bapaknya kalo dia masih punya trah Mataram, tapi kesulitan mencari jejaknya. Buyutnya bernama Partowidjojo punya anak Kabib(Wongsodirjo), Kadis, Kalil..katanya dia keturunan ke-13. Mohon bantuannya, matur nuwun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: