Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Jauh dikenang, dekat disayang

Jauh dikenang, dekat disayang

Blog Stats

  • 56,859 hits

Archives


Sudah beberapa kali menjadi panitia reuni dari beberapa paguyuban yang berbeda-beda, kalimat “Jauh dikenang, dekat disayang” tetap menjadi favorit saya untuk dipasang di banner, spanduk, maupun media lain. Tentu bukan ide original saya, karena slogan tersebut –kalau tidak salah– pernah dipakai di dies natalis dan reuni Asrama Realino tahun 80-an waktu saya masih tinggal di sana.

Kalimatnya sederhana tapi bisa menggambarkan suasana hati yang merindu.  Bisa antara dua insan yang sedang “yang-yangan” (pacaran), bisa juga menggambarkan kerinduan sahabat lama yang lama tidak saling jumpa, atau bahkan lebih luas lagi  kerinduan alumni terhadap almamaternya.  Kalau jauh dikenang-kenang, saat dekat disayang-sayang. Wah, kalau saya jago bercerita, mungkin bisa mengembangkan cerpen atau bahkan novel dari sepenggal kalimat tersebut.

Aslinya, (ternyata) slogan yang sering saya kutip itu adalah judul lagu jadul tahun 60-70’an yang dinyanyikan A. Ramlie (siapa beliau? Saya belum sempet cari biografinya. Tapi kalau lihat judul-judul lagu A. Ramlie yang lain mungkin beliau dari Sumatera atau Malaysia). Ceritanya menggambarkan kerinduan sepasang kekasih yang berpisah karena sang pria mengembara mencari nafkah, istilah tempo doeloenya: “mencari pegangan hari muka”… 😀 . Dari kapanlagi.com, melihat liriknya lagu ini dinyanyikan duet (bersama Maria Bachok… siapa lagi, tuh?).

[ P ] : Bila kesunyian | Kurasa terharu | Terkenang padamu | Yang jauh dari ku
[ L ] : Bersabar manisku | Tenangkan hatimu | Bila sampai waktu | Kita kan bertemu
[ L ] : Kini ku dah jauh mengembara | Mencari pegangan hari muka
[ P ] : Kuharap selalu terunaku | Kirimkanlah berita kepadaku
[ L ] : Janganlah bimbang | Gadisku sarang (seorang?) | Hanyalah padamu | Kau tetap kukenang
[ P ] : Damailah rasanya | Seluruh jiwaku | Mendengar katamu | Berjauh dikenang | Oh dekat disayang
[ P ] : Kau mencari pegangan hari muka | Ku doa semoga kau berjaya |

[ L ] : Tabahkan hatimu hai gadisku | Setia menanti aku pulang |
[ P ] : Kurela menunggu | Dengan penuh rindu | Hidup ku pun riang | Tiada lagi bimbang

[ L ] : Abadi hendaknya | Cinta dan impian | Harapan bersama |
[ L & P ] : Berjauh dikenang | Oh dekat disayang |

Pencarian di youtube maupun link permusikan yang lain, belum menemukan seperti apa lagunya, meski banyak lagu lain A. Ramlie di Youtube atau situs musik lain. Penasaran saja, sih. Eniwei, rasanya tidak berlebihan kalau saya harus berterimakasih pada penggagas istilah “Jauh dikenang, dekat disayang” yang sering saya pakai dan kutip tersebut.

.

Advertisements

2 Comments

  1. tuti2008 says:

    Ass. Wr. Wb.,
    Mas Yudi, nderek nepangaken, kulo Nurini, Kassmaji’82. Kaleresan pinanggih blog puniko (ugi blog Kassmaji’81)ingkang isinipun sae sanget. (sangat terharu dg tampilan foto2 Guru Kita Kini)
    Menawi kepareng, nyuwun pirso, panjenengan ing Semarang pidalem wonten ing pundi? Menawi kulo wonten kampung Tembalang.
    Wass. Wr. Wb.

  2. yudi says:

    Maturnuwun, kersa mampir ing blog kasmaji81 ugi blog punika, jeng. Griya kula wonten Kagok, lengkapipun sampun kula kintun lewat email panjenengan. Nuwun, Wassalamu’alaikum ww.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: