Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kini » Nobar Laskar Pelangi

Nobar Laskar Pelangi

Blog Stats

  • 56,859 hits

Archives


Acara seru libur lebaran tahun ini adalah nobar (nonton bareng) Laskar Pelangi -film Indonesia yang katanya paling ditunggu-tunggu tahun ini– di ePlasa (Semarang). Berenambelas, brayat (keluarga besar) Papandayan berangkat dengan 3 mobil. Dhita (mbarepku) yang jadi EO-nya. Dari pesan ticket lewat telpon,  atur pembagian seat, transfer pembayaran lewat mobile banking, dia semua yang ngurusin. Ntar di loket tinggal ambil tiketnya. Gampang, kan? Bagian ini perlu diceritain, karena adik yang di Solo –katanya– harus ngantri di loket dari jam 9 pagi untuk dapat tiket jam 9 malam. Demikian juga kakak yang di Jakarta (kok susah amat…?). Kesulitan di sini hanya untuk mendapat 16 seat berderet. Jadi ada yang di deret F, G, H.. tapi  hal ini bisa dimaklumi karena H+2 lebaran memang masih rame-ramenya penonton.

Ceritanya diawali saat SD Muhammadiyah, sekolah  di Belitong dengan fasilitas sangat terbatas bahkan minus, membuka pendaftaran untuk murid kelas satu. Hingga saat-saat terakhir pendaftaran hanya 9 orang anak yang mendaftar. Padahal sekolah yang hampir roboh ini sudah diancam untuk ditutup kalau tidak mampu merekrut 10 murid baru. Adalah Harun, anak yang terbelakang mental, sebagai murid ke sepuluh yang menyelamatkan sekolah itu dari ancaman pembubaran. Dari scene ini saja aku sudah terharu banget (tetangga kanan kiri juga sudah [mulai] ngeluarin tissue).

Cerita LP selanjutnya –karena ini bukan resensi–  mending baca langsung novelnya atau sinopsis yang banyak sekali ditulis di web/blog. Saya cuma sekedar merekam beberapa adegan yang menarik (menurut saya tentunya).

Salah satunya saat Mahar dan teman2nya mengikuti karnaval 17 agustusan. Wah, sangat inspiratif! Dalam kesederhanaan dan keterbatasan mereka bisa menampilkan kejutan –berdandan minimalis ala suku Asmat– paradox dengan penampilan “drumband” sekolah mapan (dalam cerita ini SD PN Timah). Menurutku visualisasi di layar lebih ekspresif daripada di novel (apalagi ada yang janggal di novel.. darimana Mahar bisa memperoleh 30 tabla?).

Bagian lain yang menarik adalah saat anak-anak dan Bu Mus pergi ke pantai dan mereka menyaksikan pelangi di cakrawala. Dari film ini, sebagian dari kita mungkin baru tahu.. kalau ternyata pulau Belitong sangat indah. Ada banyak lokasi yang bagus dan unik. Ada pantai dengan batu-batu vulkan sebesar gajah bertebaran. Ada pula hutan yang masih dihuni buaya (waktu itu), dan ada pula pulau2 kecil, yang salah satunya dihuni –dukun– Tuk Bayan Tulah  (anak2 sekecil itu sudah menyeberang sendiri?). Sekilas juga diperlihatkan bekas-bekas pertambangan timah yang pernah membuat jaya pulau Belitong.

Selesai nonton, saling tukar cerita.. eh, ternyata pak dhe Gatut dan tante Atik juga nangis. Memang tidak salah apa yang dikatakan Mira Lesmana, “Laskar Pelangi sanggup membuat kita merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan.”

Kesimpulannya? Nontonlah! Hari ini (7/10) di media dikabarkan sudah 1,1 juta orang yang menonton. Terlepas dari beberapa kelemahan dan kejanggalan di film maupun di novel, ini salah satu film Indonesia yang bagus.

Penutupnya… lirik original sound track (OST) Laskar Pelangi dari Nidji…

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

foto-foto diambil dari galeri situs resmi laskar pelangi
.
.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: