Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kiprah » Pentingnya kuesioner

Pentingnya kuesioner

Blog Stats

  • 57,438 hits

Archives


Salam,
Pak Andi dan rekan2

Meskipun asal usul, saya mengusahakan adanya data pendukung seperti misalnya statistik peserta pameran 2005-2008. Terlepas dari keberuntungan suatu toko/perusahaan dalam memenangkan undian, atau kebetulan sang jawara adalah anggota pengurus, nyatanya data statistik demikian adanya (untuk rekan2 yang ketinggalan info, klik di sini).  Analisis yang lebih mendalam dan bermanfaat tentunya bisa disajikan rekan-rekan lain, karena di komunitas kita selain ada bisnismen, ada banyak praktisi dan akademisi.

Contoh lain yang ingin saya ungkap adalah hasil kuesioner pada Rapat Anggota Semarang, tanggal 3 Agustus 2007 (sayang tidak semua sempat mengisi karena lebih konsen ke urusan razia software). Terkait pameran, dari 25 responden ada 5 yang menyatakan belum pernah pameran, 2 diantaranya anggota baru, satunya belum pernah dapat undian. Dari 20 yang pernah ikut pameran itu, 15 diantaranya menjawab PUAS dengan penyelenggaraan pameran (75%), masing-masing 2 menjawab Tidak Puas (10%), Cukup Puas (10%), 1 tidak menjawab (5%).

Meskipun 75% mengatakan puas, menjawab pertanyaan “Apa masukan Anda untuk penyelenggaraan pameran yang lebih baik?” Jawaban yang mereka berikan adalah :

  • Perbanyak stand;
  • perluas area pameran (cari tempat lebih representatif);
  • Biaya stand lebih murah;
  • Tunjukkan kemajuan produk IT;
  • Jangan ngirit promosi;
  • Kapan dapat giliran? (ndaftar terus tapi nggak pernah dapat undian)
  • Kalau gratis mau…

Bisa kita lihat, pengembangan dari 3 pertanyaan sederhana saja bisa memberikan sedikit gambaran tentang aspirasi (sebagian) anggota. Apalagi kalau ada kesempatan yang lebih intensif untuk tatap muka dengan anda dengan skala (jumlah) yang lebih kecil dan fokus pada agenda tertentu. Masalahnya, selain akan membutuhkan waktu, tempat, dan biaya, biasanya belum-belum sudah komentar : “nek rapat terus, kapan leh dodolan?” So, next time anda mendapatkan kuesioner, jangan anggap remeh ya…

Tentu kita tidak bisa mengabaikan informal meeting di arena badminton, warung Bu Darno, atau kesempatan lain. Hanya saja pembicaraan pada kesempatan seperti itu tentu tidak ditujukan untuk mencari suatu solusi atau dianggap guyon saja.

Salam,


dp

.

email saya di milis apkomindo jateng 22/02/08
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: