Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kiprah » Jarkoni (wani ngujar kudu wani nglakoni)

Jarkoni (wani ngujar kudu wani nglakoni)

Blog Stats

  • 56,544 hits

Archives


Believe it or not!

.

Boleh percaya boleh tidak, tapi hal ini memang sungguh-sungguh terjadi. Kalau anda memperhatikan dinamika yang terjadi dalam proses menuju Musda Apkomindo Jateng 2008, pasti bisa menemukan hal yang “tidak umum” dalam organisasi kita. Bayangkan, Panpel Musda yang bertindak sebagai –semacam– KPU ternyata empat orang anggotanya justru terpilih sebagai Bakal Calon Ketua : [1] Suryadi, [2] Dwi Pramono, [3] Ratna Dewi, [4] Kadarpono. Tidak usah membandingkan dengan organisasi/asosiasi lain, mari kita akui saja, fakta yang terjadi di asosiasi kita memunculkan banyak segi pemikiran, baik positif maupun negatif. Positifnya antara lain (asumsi saja, nih), yang rajin nongol (i.e di milis atau di pertemuan) dan sering berinteraksi dengan anggota akan relatif lebih populer.  Negatifnya, fakta menunjukkan bahwa asosiasi kita krisis SDM. Nyatanya, yang muncul adalah L4 (Lu lagi, lu lagi!).

Tentang diri saya sendiri (maaf numpang satu alinea saja), meskipun tidak Ge-Er (dan untung tidak GR-an), munculnya nama saya dalam daftar balon ketua di semua rayon (hebat, ya!) tentu membuat diri sangat tidak nyaman. Seandainya secara pribadi saya punya ambisi untuk posisi ketua, anda bisa bayangkan, apakah saya bisa obyektif sebagai panpel? Bahkan dalam email kemarin, saya [dp] –bukan sebagai Panpel– menjamin kerahasiaan pengirim email bila ada masukan tentang para balon ketua, baik berupa dukungan maupun gosip miring. Ibarat mau maju bertanding, kudis dan panu pihak lawan sudah dibisikkan dari berbagai sumber. Nggak fair, kan? Untunglah diri merasa sadar bahwa posisi yang tepat, sesuai talenta dan potensi saya bukanlah di pucuk komando (nangkep maksudnya, ya?). So, dont worry bagi another candidates…. I’m NOT your rival/competitor.

Tulisan ini –juga– terpicu oleh email teman2 di Cilacap yang secara terbuka menyampaikan bahwa mereka belum merasakan manfaat bergabung di Apkomindo. Kenyataan yang sama sebenarnya juga disampaikan banyak anggota di Semarang sendiri. Bagaimana dan mengapa? Sekali lagi, dari sudut pandang saya, hal ini disebabkan kelemahan SDM dan manajemen di asosiasi. Prestasi besar membentuk 18 DPD kabupaten/kota, juga bertambahnya jumlah anggota di Semarang yang cukup signifikan, belum diimbangi pembinaan dan komunikasi yang intensif. Para anggota yang diberi amanat sebagai pengurus sibuk dengan bisnis masing-masing. Rapat di Semarang saja belum tentu bisa hadir apalagi tugas ke Banjarnegara-Purwokerto-Cilacap-Tegal-Magelang, dll (nggak pake honor, lho…). Pengusaha/masyarakat juga belum merasakan bedanya menjadi anggota atau non-anggota asosiasi… sama saja : PI, illegal s/W, ancur2an harga, de-el-el. Ok, masukan teman2 di Cilacap sungguh kritik yang baik, dan tulisan saya ini anggaplah self critic, sebelum “digojlog” di Musda.

Lemahnya SDM di asosiasi kita, BUKAN karena para anggota tidak mampu. Meskipun gelar akademis bukan tolok ukur, banyak di antara kita yang sudah MM, MBA, M.Kom. Meskipun managerial skill bukan hal utama, banyak yang sudah malang melintang di bisnis komputer more than 10, even 20 years. Lalu, apa yang kurang? Saya buka data dan fakta, ya! Waktu rapat anggota di Semarang, saya mengedarkan kuesioner. Salah satu pertanyaannya “Bersediakan anda jadi pengurus?” Lagi-lagi, believe it or not, 99,9% menulis “TIDAK”. Piye, jal! Wani komentar, kritike kenceng, saben-saben protes.. tapi diminta maju malah balik kanan. Ya, maaf-maaf saja… saya berani mengritik karena sembodo.. saya benar2 meluangkan waktu untuk anda semua. Anda sibuk, memangnya saya tidak? If not me, who? If not now, when? Tapi organisasi bukanlah humas atau sekretariat saja. Organisasi bukan hanya pengurus saja, tapi yang lebih penting adalah anda : anggota semua. Jadi (seharusnya) jangan menanyakan bagaimana asosiasi memberi manfaat bagi anda, kalau anda sendiri belum mengkontribusikan “manfaat” bagi organisasi. Memangnya kita semua dipaksa atau terpaksa waktu bergabung di asosiasi ini? Nggak, lho.. ! Keanggotaannya stelsel aktif, mendaftarnya pun dulu harus disponsori 2 perusahaan yang sudah anggota. Remember?

Wah, kalau ini orasi di kampanye, saya bisa dilempar sepatu, karena bukannya tebar pesona, malah menebar kritik. Ini “Bukan Kampanye”, lho…

Kalau anda merasa ikut memiliki asosiasi ini, jangan cuek!
Kalau anda ingin asosiasi ini memberikan manfaat, jangan nggrundel!
Susun kritik dan usulan anda bersama juru bicara rayon/dpd masing2!
Ayo, datang sendiri di Musda!

.
Ayo, jarkoni! (wani ngujar kudu wani nglakoni)
.

Salam,
dwi pramono – bukan atas nama siapa2.

(email 20 Maret 2008)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: