Orek-orekan Dwi Pramono

Home » kiprah » Benarkah lebih untung?

Benarkah lebih untung?

Blog Stats

  • 57,438 hits

Archives


Serial tulisan mengenai pameran yang saya buat ini sebenarnya lebih ditujukan sebagai sharing pengalaman, karena anda tahu lima sekawan panitia tidak punya pengalaman mengorganize event. Meski demikian pelayanan yang kami berikan –khususnya kepada peserta pameran– bukanlah kelas amatiran. Mudah-mudahan sharing ini bisa dimanfaatkan oleh teman2 yang pada pameran berikutnya menjadi panitia. Tulisan kali ini mempertanyakan, benarkah pameran yang diselenggarakan sendiri lebih menguntungkan?

Saya coba merangkum dari berbagai sudut pandang, meskipun belum tentu obyektif.

.

Tinjauan dari sudut pandang peserta

  • Biasanya yang menjadi fokus adalah harga stand. Ada komentar bahwa harga stand Apkomindo Fair 2008 mahal. Benarkah? Marilah kita berdiskusi atas dasar data dan fakta, bukan jarene jare. Saat kami menyusun RAB, kami himpun data dari pameran-pameran terdahulu (thanks to bu Ratna and staf sekretariat) untuk menentukan harga stand. Dari tabel di bawah ini, anda bisa lihat untuk harga/m2 stand regular tidak berubah sejak FKI 2007 hingga Apkomindo Fair 2008, sedangkan untuk stand island di Apkomindo Fair 2008 justru lebih murah.

FKI 2007

COM 2007

MBC 2008

FKI 2008

NIX 2008

APF 2008

VIP

700*

850

700*

700*

910

900

Island

850

850

900

900

900

600-800

Regular

400

400

400

400

400

400

* Jangan lupa, harga stand VIP di event Dyandra (FKI dan MBC) adalah untuk beberapa kota.

  • Selain itu, peserta regular dan island akan menerima insentive. Untuk Apkomindo Fair 2008 kami memperkenalkan “insentive kejujuran” yang sebenarnya berbeda dengan rebate (=diskon/potongan harga). Spiritnya adalah, SEMUA peserta stand regular dan island BERHAK atas insentive KECUALI secara sengaja mengabaikan parameter yang ditentukan oleh panitia. Besarnya insentive yang dianggarkan adalah maksimal @ Rp 1 juta/stand. Parameternya meliputi : [1] tidak memindahtangankan stand; [2] tertib keuangan (bayar pada waktunya); [3] tertib pelaksanaan. Panitia maklum bahwa aturan apa pun yang dibuat, bisa saja disiasati oleh peserta. Jadi daripada konfrontasi dengan teman sendiri, kami hanya pasang rambu-rambu, plus insentive bagi peserta yang taat aturan. Meski demikian panitia hanya mematok parameter yang sangaaat ringan agar peserta memperoleh insentif. Syarat dan ketentuan berlaku!

.

Tinjauan dari sudut pandang asosiasi

  • Target yang dibebankan oleh pengurus kepada panitia adalah pendapatan yang minimal sama dengan kontribusi EO. Berdasarkan RAB yang kami susun insya allah target tersebut dapat dicapai, bahkan melebihi. Berapa selisihnya? Cukup banyak! Laporan rinci tentu akan kami sampaikan kepada pengurus dan saya sudah minta tolong teman akuntan untuk external audit (pernahkah ini dilakukan bahkan oleh EO?).
  • Adanya liputan yang berkelanjutan baik di media cetak maupun cyberspace. Mudah-mudahan anda sudah membaca klip media yang sudah saya posting di milis, baik pra pameran, saat pelaksanaan, maupun paska pameran. Itu pun belum berakhir. Rencananya kami masih akan memublikasikan hasil lomba penulisan artikel di media cetak tanggal 8 atau 9 September; kemudian untuk hasil lomba foto tanggal 13 atau 14 September. Bukankah ini sosialisasi yang baik bagi Apkomindo (sebagai asosiasi) dan Apkomindo Fair (sebagai event)?
  • Satu lagi … ini baru usulan. Mengantisipasi hadiah-hadiah undian yang sampai saat ini cukup banyak yang belum diambil (meski sudah ditelpon satu persatu), tanggal 30/09 akan dievaluasi, berapa banyak hadiah yang tidak diambil. Dalam kupon disebutkan, hadiah yang tidak diambil akan diberikan kepada lembaga pendidikan. Satu lagi event yang akan diliput media: Apkomindo memberikan bantuan sarana TI kepada sekolah “xxx”… dst.

.

Tinjauan dari sudut pandang masyarakat

  • Mengenai pameran, pada saatnya rekan-rekan akan membaca bagaimana pandangan obyektif masyarakat terhadap pameran di webblog mereka. Salah satu pesertanya adalah guru SMP 7 yang tempo hari di Suara Merdeka disebutkan sebagai juara blog di Telkom Divre IV Jateng/DIY.
  • Antusiasme yang cukup baik juga muncul dari komunitas penggemar fotografi (a.l KFS, Mata, bahkan http://www.fotografer.net). Banyak yang menelpon dan email ke panitia, menyesalkan mepetnya waktu sosialisasi. Benar! informasi baru diberikan saat H minus 2 pameran.. itu pun pesertanya ada yang dari Salatiga, Solo dan Surabaya.
  • Penyelenggaraan dua macam lomba ini sama sekali tidak merepotkan, karena tidak butuh ruang khusus… mengingat kita hanya punya “MALL”. Mudah-mudahan panitia yang akan datang mempertimbangkan agar bisa diselenggarakan lagi. Itu salah satu harapan masyarakat (di blog) agar pameran komputer tidak hanya jualan.

.

Tinjauan dari sudut pandang Event Organizer

  • Khususnya untuk FKI dan MBC yang sudah merupakan merek dagang Dyandra, tentu tidak menjadi masalah baik bagi Dyandra sebagai EO maupun anggota Apkomindo sebagai peserta.
  • Untuk EO lain mungkin begini, “Kalau event-nya diorganize sendiri, gue kerja apa dong?”

 

Any comment? Jangan sungkan, tulis saja agar pendapat anda juga dibaca member lain. Monggo!

.

dwi pramono
mewakili lima sekawan panitia

.

email saya di milis apkomindo jateng, 4 September 2008
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: