Orek-orekan Dwi Pramono

Home » opini » Khusus Dewasa

Khusus Dewasa

Blog Stats

  • 56,544 hits

Archives


Di bawah ini adalah tulisan saya di milis asosiasi, 22 Agustus 2008, sehabis menghadiri gathering yang diadakan vendor suatu produk notebook.

.

Sebelum menulis ini, saya sudah siap-siap kalau ada yang ngomentarin saya “Ah, sok alim” atau semacamnya. Tapi kalau saya tidak menulis, akan jadi ganjalan di hati. Jadi antara dua pilihan, lebih baik saya tulis saja. Dijamin UUD ’45 kok… seperti yang saya pasang di footer milis kita.

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, dan mengolah serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (UUD 1945 pasal 28f)

.

Semalam sepulang menghadiri HP Gathering (sebelum acara berakhir), saya mikir-mikir… kok Semarang sudah “maju” banget ya? Saat penari bergoyang-goyang dengan busana minim di panggung, saya masih biasa-biasa saja. Tapi setelah penari naik meja, berlenggak-lenggok persis di atas penonton hanya dengan bikini, wah… sudah tontonan dewasa, nih! Untungnya (atau sayangnya, ya?).. saya duduk mojok jauh dari “meja atraksi”.. jadi tidak ikut kecipratan kringetnya penari. Tapi, ternyata yang duduk dengan saya adalah dua makhluk “laradora” (lanang ora wedok ora) yang “susunya”  dirogoh sama pak Jono. Ini kali kedua saya menonton pertunjukan semacam ini. Dulu, Acer Pacia juga acaranya mirip. Tapi busana penarinya masih agak tertutup.

Kita datang memenuhi undangan launching product atau gathering, tentu yang pertama adalah menghargai yang punya acara, sesuai adat ketimuran. Kedua, tentu ada harapan menambah wawasan… orang awam belum lihat produk yang ditawarkan, kita sudah dapat ilmunya duluan. Ketiga… makan enak dan kesempatan dapat doorprize kalau beruntung. Apalagi, ya? Oh, ya… keempat, ketemuan sama teman2 lama dan tambahan teman2 baru. Jadi, sebetulnya, banyak manfaat didapat dari acara gathering/launching product. Pertanyaannya, “Apakah memang diperlukan tambahan acara yang heboh dan seronok agar undangan banyak yang hadir?”

Mungkin saya konservatif (kuno)… tapi sorry, hal ini tidak terkait dengan umur. Banyak yang lebih tua daripada saya masih suka nonton striptease (jarene jare, lho…). Gojegan seperti pak Jono ngrogoh susu kemarin sebetulnya juga agak kebablasen, meskipun kita tahu podho-podho lanange.

Inti cerita, saya hanya ingin mengimbau kepada MD/vendor/principal yang mengundang, untuk coba mencari bentuk acara entertain yang tidak mengundang “cleguk”. Memang cuaca Semarang belakangan agak panas, tapi kayaknya nggak perlu sampai lepas busana tinggal bikini seperti nona-nona semalam… (mesakne, yo…!). Tapi kalau memang acara semacam itu adalah permintaan mayoritas … ya tolong ditambahkan saja dalam undangan : “ADULT ONLY” atau “Forbidden for ‘children’ under 40 years old”. Jadi, yang mau dateng juga punya pilihan… (cari no-smoking area, gitu lho…!).

.

Seminggu sebelum Ramadhan,
Eling cah… eling..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: