Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Album Trah » Orangtua Bapak

Orangtua Bapak

Blog Stats

  • 56,510 hits

Archives


.

Bapak dan lbuku adalah cucu dan Lurah Penggaron (Sawangan). Bapak dari anak sulung dan Ibu dari anak bungsunya. Dua-duanya grad ke-8 dari Panembahan Senopati, Raja Mataram.

Bapak memanggil Ibu selalu dengan kata “ndhuk”, sedang kebalikannya Ibu memanggil Bapak “mas”. Bapak, sebagai lazimnya berbicara kepada ibu dengan bahasa Jawa ngoko, sedangkan Ibu selalu menggunakan bahasa krama (Jawa halus) terhadap Bapak.

Ajaran Bapak dan Ibu

Ibu berwatak sabar dan selalu patuh pada suami. Bapak berwibawa, dihormati oleh setiap orang. Bapak banyak pengetahuannya. Bercita-cita luhur, meluhurkan leluhurnya. Pada waktu muda ingin merantau, tetapi tetap tinggal di desa karena dilarang ibunya.

Bapak banyak membaca buku, karena itu luas pandangannya. Pada lebih kurang tahun 1905 Bapak sudah berlangganan Harian `Bintang Hindia”. Bapak adalah seorang santri dan berusaha supaya ditiru tedhak turunnya. Hafal surat Yasin, menjadi anggota perkumpulan Sarekat Islam, Boedi Oetomo, Moehammadiyah, dan Tarekat Qodoriah. Waktu aku sudah dapat membaca aksara Jawa, segera diajar tembang Macapat dan dituntun membaca kitab tembang. Aku dapat membaca Qur’an terutama karena diajar oleh Bapakku.

Bapak juga berpandangan maju dalam pendidikan, karena pada umumnya anak-anak desa di Sawangan tidak disekolahkan. Bahkan untuk masuk sekolah desa (Volkschool) pun mereka enggan kalau tidak dipaksa. Faham orang desa waktu itu, kalau anak laki-lakinya tamat dari Sekolah Desa, anak-anak tersebut tak mau menolong orangtuanya bekerja di sawah. Lebih menguntungkan jika anak-anaknya menjadi gembala sapi atau kambing milik sendiri atau warga desa lain. Jika menjadi gembala ternak milik orang lain, anak-anak itu setiap tahun mendapat hadiah seekor pedhet (anak sapi) atau dua ekor cempe (anak kambing). Lagi pula, pakaian anak gembala itu cukup sebuah celana kolor yang hitam warnanya.

Bapak memimpin aku dan saudara-saudaraku untuk berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Suka riyalat, ngurang-ngurangi, berziarah ke tempat-tempat suci, dengan berpedoman: Bapa (wong tuwa) tapa, anak tampa, putu nemu, buyut nggraut, canggah ngrayah.

Waktu aku bersekolah di Magelang, Bapak memberi contoh kepadaku sekeluarga: tapa sajroning praja, yaitu mengasingkan diri dari “anak bojo”, jauh dari keluarga, menjadi upas bui di Grabag. Tiap-tiap malam tidur di emper bui. Lahirnya menjaga pesakitan, batinnya “napakake anak putu”.

Aku bersyukur kepada Tuhan, bahwasanya ketika aku masih remaja mau berpisah dengan orangtua maupun sanak saudara. Aku tidak takut pada waktu malam hari, bertepatan dengan malam Jumat Wage tanggal 25 Puasa (dalam suasana gelap gulita), aku bertafakur di dekat makam eyang buyutku, Kyai Setjoyuda di Kebokuning Sawangan.

Seringkali pada waktu malam hari, aku tidur sendirian di tengah kali sebelah barat daya desa Sawangan, sebelah barat jembatan. Badan hingga pantat diletakkan di atas batu agak besar di sebelah timur. Kaki di atas batu di sebelah baratnya. Lutut dan paha di atas air yang mengalir. Aku merasa menerima hasil “tapa bratanya” Bapak. Anak-anakku yang menemukan. Aku berharap mudah-mudahan anak-anak dan keturunanku mau berlaku prihatin. Undhuh-undhuh iku seneng. Luwih-luwih yen sing diundhuh iku wohing tandurane dhewe. (Menikmati kesuksesan itu menyenangkan, apalagi bila yang kesuksesan itu merupakan hasil jerih payah dan usahanya sendiri).

.

Sumber: surat dan catatan Bapak Kartoamijoyo

.

back to Daftar Isi

Advertisements

2 Comments

  1. […] tidak salah catat, Mitta adalah yang pertama dari generasi kelima dari Eyang Buyut Sastrorejo yang sudah menikah. Jadi, insya Allah kalau tahun depan pasangan ini mendapatkan momongan, Trah […]

  2. AS.Kuncoro says:

    Tegese sampean kalebu grad songo (9)?
    Coba mbok menawa sampean duweni layang kekancingan iku seko putrane Panembahan Senopati sing endi (asmane sopo) mas? Aku duweni layang iku seko paringane ibuku, ananging aku grad 12.
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: