Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Kolom » Paguyuban Trah Sastrorejan: Antara Harapan dan Kemampuan

Paguyuban Trah Sastrorejan: Antara Harapan dan Kemampuan

Blog Stats

  • 56,859 hits

Archives


Oleh Slamet Budiono (6.2.8.0.+.)

.

Reuni Paguyuban yang berlangsung 28 Desember 1995 telah berlalu. Sejumlah kenangan terekam di dalam sanubari dan mungkin sejuta harapan anggota Paguyuban menanti di depan kita untuk disentuh, ditangani, ataupun dicarikan jalan keluar.

Secara pribadi, penulis sangat senang bisa bertemu, bersilaturahim dengan pak dhe, bu dhe, oom, tante, kangmas, mbakyu, dimas, ananda, etc. dan sekaligus refreshing di akhir tahun 1995. Rasanya penulis ingin hidup seribu tahun lagi.

Reuni Paguyuban yang semula direncanakan untuk pertengahan tahun 1996 dipercepat menjadi akhir tahun 1995. Suatu prestasi yang patut kita banggakan, bahwa Panitia Penyelenggara mampu mempersiapkan segala sesuatunya dengan balk dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 3 bulan sejak pertemuan sentra Jakarta dan Sentra Bandung di kediaman Pak dhe Suparto Bandung. Apalagi kita mengetahui, kesibukan akhir tahun pada umumnya melungkat.

Rapat 1 jam

Rapat yang dibuka oleh sesepuh Paguyuban Pak dhe Dr. Suparto dengan moderator Pak dhe Pomo hanya membahas 2 materi pokok yaitu:

  1. Frekuensi reuni (secara nasional, bukan per wilayah/sentra)
  2. Status Paguyuban :
    • Nama Paguyuban
    • Anggaran Dasar
    • Media Sastrorejan

Karena tidak semua anggota Paguyuban mengikuti rapat singkat nan kilat yang membahas anggaran dasar (katakarilah semacam itu) yang hanya dijadwal satu jam, walhasil dapat ditebak, rapat belum bisa membahas aneka agenda yang direncanakan, apalagi untuk menyusun suatu Anggaran Dasar/Anggaran Rumahtangga Paguyuban. Oleh karenanya, rapat sepakat menunjuk Oom Ichsan untuk menyusun tim penyusun AD/ART Paguyuban. Waktu yang diharapkan adalah tiga bulan. Harapannya, pada bulan Syawal Oom Ichsan (dan tinmya) telah siap dengan Rancangan AD/ART Paguyuban.

Reuni dan faktor eksternal

Hasil tabulasi angket yang dikirimkan sekitar medio 1995, ada yang menghendaki reuni itu 2 tahun sekali, ada yang 3 tahun sekali, dan ada pula yang 5 tahun sekali. Setelah dipertimbangkan oleh para sesepuh reuni, diputuskan 5 tahun sekali. Selain faktor ekonomis yang kemungkinan besar ikut mempengaruhi berlangsungnya reuni, adalah faktor eksternal yang perlu dipertimbangkan, sebagaimana yang dikhawatirkan oleh Sentra Semarang pada rencana reuni Medio 1996. Contohnya pada tahun menjelang pemilu, tahun berlangsungnya pemilu, dan tahun diselenggarakannya SU MPR (3 tahun berturut-turut). Pada saat-saat itu, sebagai warga negara kita diimbau uiituk “menjaga ketertiban lingkungan masing-masing. Dengan demikian, praktis hanya pada tahun ke-4 dan ke-5 kita dapat menyelenggarakan reuni tanpa rasa khawatir akan implikasi faktor ekstemal di atas.

Nama Paguyuban

Shakespeare konon pernah berujar, “apalah arti sebuah nama”. Barangkali di negerinya sana, pada waktu itu nama hanya berfungsi sebagai pembeda saja dari hasil suatu kesepakatan. Bila tidak sepakat lagi, ya tinggal diubah saja. Lain di negeri kita, nama selain sebagai pembeda juga mengandung harapan dan yang memberikan nama. Soal “nama” ini pernah pula dimuat oleh mas Dwi di Buletin TKH. Pada pertemuan Magelang yang lalu, rapat sepakat memberikan nama bagi kelompok kita ini: “Paguyuban Trah Sastrorejan”. Apakah akan ditulis Sastrorejan, Sastroredjan atau Sastraredjan kita tunggu saja dulu AD/ART-nya.

Kalau kita menganggap bahwa Paguyuban termasuk organisasi kemasyarakatan, maka harus tunduk pada UU no. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. UU 8/1985 itu di antaranya mengharuskan :

  1. Pancasila sebagai satu-satunya asas,
  2. Mempunyai tujuan
  3. Mempunyai    AD/ART (nama tercantum dalam AD)
  4. Tempat kedudukan
  5. Sumber dana

Semua hal tersebut di atas dituangkan dalam Anggaran Dasar Paguyuban. Khusus untuk sumber dana yang semula diusulkan adanya iuran rutin, pada akhirnya diputuskan tidak ada iuran yang bersifat rutin. Sehingga kalau Paguyuban mempmryai hajatan, semua biaya ditanggung bersama (dan dikumpulkan menjelang atau pada saat hajatan).

Semula Media Sastrorejan (redaksi) akan mengadakan angket untuk mencari masukan demi perbaikan MS. Tetapi mengingat waktunya terbatas sekali, apa yang rencananya akan diungkapkan Pak dhe Edi Suardi (Ketua Dewan Redaksi) belum dapat disampaikan dalam rapat.

Mengambil manfaat dari paguyuban Suatu organisasi akan langgeng bila memiliki hubungan kemanfaatan yang timbal balik antara organisasi dengan para anggotanya. Bila tidak, organisasi tersebut lama kelamaan akan ditinggalkan anggotanya. Naudzublllahi min dzalik. Dari usulan angket reuni dan harapan anggota dan Sentra Semarang yang pemah ditulis pada buletin TKH yang telah lalu, antara lain telah diungkapkan harapan agar pertemuan-pertemuan organisasi kita tidak terbatas pada makan-makan saja, tetapi mencari manfaat lebih dari setiap pertemuan.

Sebagaimana halnya bila kita akan melakukan perjalanan yang jauh, sesungguhnya kita melakukan suatu rentetan dari suatu proses yang berkesinambungan setapak demi setapak. Kali ini langkah kita masih sangat kecil bila dibandingkan setumpuk harapan atas Paguyuban kita. Tercapai atau tidaknya tergantung pada keikhlasan kita usaha kita dan berkah Allah.

Insya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: