Orek-orekan Dwi Pramono

Home » Kolom » Kyai Sastrorejo dan Kemajuan

Kyai Sastrorejo dan Kemajuan

Blog Stats

  • 57,007 hits

Archives


Oleh Edi Suardi (5.6.0.0.+.)

.

Waktu saya mengikuti ziarah ke makam mendiang Kyai Sastrorejo pada tanggal 29 Desember 1995, dengan berminat saya memperhatikan para penziarah yang mewakili 700-an anggota Paguyuban Trah Sastrorejan. Mungkin karena Jumlah mereka besar, penampilannya di tengah Sawangan yang bersuasana tenang itu cukup menarik perhatian orang. Mobil yang berderet dengan nomor polisi dari berbagai daerah, kedatangannnya yang serentak serta penampilan anggota rombongan penziarah memang bukan pemandangan sehari-hari di tempat ini.

Selagi Bapak Koordinator Paguyuban tengah menjelaskan sesuatu di makam almarhum Kyai Sastrorejo, saya tergoda untuk memperhatikan para penziarah dan saya berkesimpulan, bahwa mereka rata-rata mencapai kemajuan yang cukup berarti. Penampilan mereka, konversasi di antara mereka, ungkapan-ungkapan yang telontar, menunjukkan tingkat pendidikan dan sosial ekonomis mereka yang melampaui ukuran rata-rata.

Kemudian pikiran saya melayang kepada figur yang tengah kami ziarahi serta menghubungkannya dengan kenyataan kemajuan itu. Maka saya mengambil kesimpulan kedua, bahwa beliau banyak memberi iuran kepada kemajuan para penziarah itu. Hal itu saya dasarkan kepada kenyataan, bahwa beliau mendorong putra-putranya untuk bersekolah. Ketujuh putera beliau masing-masing lulus pendidikan dasar atau menengah. Ketujuh putera beliau itulah yang menurunkan para penziarah ini. Saya kira mereka tidak akan semaju in kalau tidak dari sumbernya ada hasrat maju. Hal itu berarti bahwa Kyai Sastrorejo memandang positif akan halnya pendidikan. Pada gilirannya hal itu berarti, bahwa beliau menerima kemajuan peradaban itu dengan positif, karena pendidikan adalah pembuka kemajuan itu.

Pada saat putera-putera beliau mencapai usia sekolah, kebetulan Pemerintah Kolonial Belanda tengah menerjemahkan “Politik Etis”-nya ke dalam dua program, yaitu peningkatan kesehatan dan pendidikan golongan Bumiputera, yang di antaranya ditandai dengan pembukaan sekolah formal banyak-banyak. Pada kurun waktu itulah para putera beliau disekolahkan.

Mendiang Kyai Sastrorejo mengalami zaman kebangunan, balk ltu Kebangunan Asia maupun Kebangunan Nasional, dan pada saat itu beliau melihat pentingriya pendidikan. Sebagai orang yang taat beragama beliau
menambahkan satu aspek lagi, yaitu keterbukaan menerima kemajuan peradaban. Mudah-mudahan hal ini menjadi inspirasi bagi kita untuk mengadaptasi kemajuan dengan tetap memegang jatidiri: ada keseimbangan antara pikir dan zikir.

.
Bandung, 10 Januari 1996

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: