Kebetulan besok (5 Juni)
adalah Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Maka saya pengin ngudarasa lagi soal pohon besar melanjutkan cerita tempo hari.
Setelah memposting cerita mengenai pohon besar, beberapa teman memberi informasi, bahwa di beberapa titik tertentu di Semarang masih ditemukan pohon besar (beringin, mahoni, trembesi, atau asam Jawa). Cukup banyak titik memang, tapi relatif gampang dihitung. Dengan kata lain… ya, langka.
Bila dibandingkan dengan kota lain seperti Bandung, Semarang boleh cemburu soal banyaknya pohon besar. Relatif mudah menemukan pohon dengan diameter besar (ukuranku: 2 orang pelukan belum bisa sentuhan) di jalan-jalan protokol, tersebar di seputaran kampus ITB, di seberang jalan layang RS Hasan Sadikin, Dago, bahkan Cihampelas yang jalannya sempit. Padahal orang Bandung sendiri justru banyak mengeluhkan semakin sedikit pohon besar di sana. Beberapa foto sempat saya ambil (asal2an.. sambil nyopir) saat ke Bandung, pekan lalu (29/05)
Mengamati dan mengukur pohon besar (di Semarang dan sekitar), ternyata sudah ada penggiatnya, yaitu Komunitas Kandang Gunung. Bahkan sejak 2007, mereka memberikan penghargaan kepada pemilik pohon dalam suatu kontes tahunan, yang diberi label “Festival Pohon“. Sangat menarik, karena para penggiatnya justru bukan selebritas. Pak Amrih, divisi pendataan (keren!), sehari-harinya berjualan mie ayam. Pak Gunawan, sekretaris, adalah teaterwan. Hadiah untuk pemenangnya juga istimewa … bantuan untuk meringankan pajak bumi dan bangunan.
Memang kesadaran untuk menanam (dan merawat) pohon harus ditumbuhkan oleh dan dari masyarakat sendiri. Ada beberapa usaha nyata, yang bisa jadi contoh seperti apa yang dilakukan Komunitas Kandang Gunung, Komunitas Sahabat Pohon (mungkin banyak lagi, tapi belum googling nama komunitas yang lain).
Ada juga kreasi menarik seperti Menikah di Bandung, nyumbang satu pohon, dan kegiatan2 lain yang dilakukan para pencinta lingkungan. Tapi, yang juga penting diperhatikan adalah merawat dan menjaga agar pohon yang sudah ditanam dapat tumbuh dengan baik, seperti aksi yang dilakukan Trees for Life.
Menanam sekarang, belasan atau bahkan puluhan tahun mendatang baru akan jadi pohon besar, bahkan kita mungkin tidak sempat menikmatinya. Tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan besarnya? Ya, to?
*@ Didut, bibit trembesi minta/beli dimana?*