Setelah pesta usai…
Ada sepenggal kalimat satiris, “Setelah pesta usai.. siapa yang membersihkan kotoran sisa pesta?” Kemeriahan pesta yang hanya beberapa jam dengan persiapan mungkin berhari-hari atau berminggu-minggu sebelumnya, akhirnya hanya menyisakan sampah dan kotoran… (dan rekening tagihan, mungkin?).
Tapi judul artikel ini sama sekali bukan satire, melainkan benar-benar dalam pengertian sesungguhnya. Saat itu saya hendak berenang di Patra. Menuju swimming pool terlihat ada kegiatan bersih-bersih di Rama-Shinta ballroom. Saya lihat petugas cleaning service membuang dengan semena-mena sisa-sisa buket dan aneka bunga yang semalam sebelumnya menghias pesta. Waduh, eman-eman banget, ‘ik (Semarangan style). “Boleh saya minta, mas?” tanya saya. “Silakan, pak. Ambil saja!”
Yo wis, to.. Beberapa buket yang masih utuh segera saya angkut masuk ke mobil. Bersaing dengan tukang bunga beneran yang sedang mengumpulkan styrofoam dan kerangka bekas karangan bunga yang besar-besar. Beberapa tamu hotel dengan pandangan heran melihat action saya yang mirip pemulung beneran. Tapi ada juga tamu lain yang nampaknya tertarik ikut-ikutan memulung, meski agak malu-malu dan mengambil sekedarnya.
Sepulang berenang, Iin menata ulang hasil pemulungan tadi di rumah. Wow, keren! Lumayan, selama 2-3 hari ada dekorasi segar di rumah.. gratisan pula.
Jadi, setelah pesta usai… apa salahnya “mendaur ulang” dekorasi bekas pesta, bukan?
7 comments so far
Leave a reply




ooohhh, itu bunga yang waktu habis KopDar Sehat Loenpia itu yha…..?
hehehehehe…..masih ada tho, pak??
Casablanca-nya cantik yhaaaaaa………………
besok lagi siap nunggu pesta usai
sayang banget bunga2 bagus gitu dibuang
eh, ada foto anaknya pak dp..
hohoho….
gag jadi komen ah..
hahahah mantabs pak DP ….
menerapkan prinsip “reuse” ya pak
bagus nian pak,.
kreatif. ga ada salahnya sesekali jadi ‘pemulung’
*
keren pak!
*lain kali kalo mau mulung pake topeng ninja kali, biar ga pake malu2