Pemilu perdana buat Dhita
Setelah merayakan ultahnya yang ke-17 di penghujung 2008 lalu, bulan berikutnya Dhita sudah mendapatkan KTP. Semula kami pikir Dhita belum bisa ikut pemilu karena batas waktu terbitnya KTP dengan pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah cukup dekat. Ternyata, Senin malam, 6 April datang petugas PPS kampung kami yang membawa formulir C4… salah satunya menyebut nama Dhita. Senengnya…, pemilu 5 tahun yang lalu dia ikut masuk bilik suara karena sekedar pengin tahu, sekarang sudah boleh memilih sendiri.
Formulir C4.. undangan untuk menghadiri pemilu legislatif.
Lapor kehadiran ke panitia dan tunggu giliran
Pelajari calon-calon legislatif dan DPD.. Sayang menempelnya di kain, jadi lembaran DCT beterbangan
Sambil menunggu giliran, bincang santai dengan tetangga dan … internetan
Yak, akhirnya setelah satu jam mengantri dapat giliran untuk mencoblos mencentang
Melihat pemilih2 yang terdahulu, lebih praktis kalau semua lembaran dibuka dulu, dicentang, baru dilipat kembali. Kalau membukanya satu persatu bisa 5-10 menitan.
Masukkan kartu ke kotak suara sesuai warna.
Selesai sudah… tandai jari dengan tinta anti luntur.
4 comments so far
Leave a reply

aku lupa, kapan ya pertama kali nyoblos?
umur 17 bukan pas tahun pemilu…
bener2 ngga berkesan, ngga ada dokumentasi pula
Sekarang banyak yang punya kamera digital. Tapi memang tidak semua orang berani dipotret sambil diliatin orang sekampung.
weess salam kenal pak & ternya putranyasudah memilih kalau saya belum belum
Belum atau tidak memilih, mas? Tapi tidak memilih juga pilihan, kok! Makasih sudah berkunjung.