Archive for April, 2009|Monthly archive page

Warga juga sih, yang nggak disiplin…

watch-your-headPosting bersama Komunitas Loenpia dalam rangka Kampanye Keselamatan Publik

Seringkali kalau ada kejadian kecelakaan –akibat fasilitas publik– yang menimpa warga masyarakat, selalu harus ada kambing hitam yang dipersalahkan. Kalau bukan pejabat pemerintah atau aparat negara, tentu materi penyebab kecelakaan yang disalahkan.

Dalam beberapa kasus memang bisa jadi terjadinya kecelakaan itu akibat keteledoran pejabat/petugas yang berwenang, misalnya orang-orang yang terjatuh dari kendaraan akibat jalan berlubang yang lama tidak diperbaiki. Bisa juga kecelakaan terjadi akibat sarana dan prasarananya yang memang sudah tidak memadai, misalnya kasus orang kejeglong di jembatan penyeberangan, karena permukaannya sudah pada bolong.

Read more »

Pemilu perdana buat Dhita

Setelah merayakan ultahnya yang ke-17 di penghujung 2008 lalu, bulan berikutnya Dhita sudah mendapatkan KTP. Semula kami pikir Dhita belum bisa ikut pemilu karena batas waktu terbitnya KTP dengan pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah cukup dekat. Ternyata, Senin malam, 6 April datang petugas PPS kampung kami yang membawa formulir C4… salah satunya menyebut nama Dhita. Senengnya…, pemilu 5 tahun yang lalu dia ikut masuk bilik suara karena sekedar pengin tahu, sekarang sudah boleh memilih sendiri.

img_02051Formulir C4.. undangan untuk menghadiri pemilu legislatif.

Read more »

Di sini, 32 tahun yang lalu

Minggu, 5 April yang lalu beberapa teman alumni SMPN1 Pekalongan lulusan 1977 sepakat kopdar di Pekalongan, antara lain mempersiapkan reuni yang direncanakan 19 Juli 2009. Selain teman-teman yang masih tinggal di Pekalongan, ada yang datang dari Surabaya, Malang, Yogya, Solo, Jakarta, juga Semarang dan sekitarnya.

Setelah kumpul dan makan kuliner khas Pekalongan di rumah Diah, kami menengok bekas sekolah kami 32 tahun yang lalu. Nggak bisa banyak cerita, mudah-mudahan gambar-gambar yang diposting ini bisa lebih “bercerita”.

klik saja untuk memperbesar gambarSaat kami sekolah di sini, belum banyak SMP di Pekalongan.. dan dulu sekolah kami dinamakan SMPN 1 “Perintis”. Entah sejak kapan nama Perintis tidak lagi dipasang.

Read more »

Next Page »