Archive for February, 2009|Monthly archive page
Snorkeling
Ada yang pernah ikut snorkeling? Saya baru sekali mencobanya, tapi –seperti anak kecil yang dapat mainan baru– begitu nyemplung rasanya nggak mau diajak pulang.
Meski sudah agak lama kejadiannya (2006), baru teringat untuk menceritakannya karena barusan membaca artikel tentang selam laut dangkal ini di salah satu media. Lagipula, belum banyak yang beruntung menikmati “rekreasi” minat khusus ini.
Ada banyak cara untuk menikmati keindahan bawah laut. Yang punya duit bisa membuat akuarium air laut di rumahnya, yang mau rame-rame tinggal piknik ke Seaworld. Untuk yang punya skill menyelam dan fotografi bawah air, tentu scuba diving pilihannya. Ada juga kapal yang dilengkapi perangkat selam yang memungkinkan penumpangnya menikmati pemandangan bawah laut, cukup dari dalam kapal.
Melansia dan Silaturahmi
Akhir-akhir ini, saya banyak mendapat undangan atau sebaliknya mengajak reuni dan kopdar. Reuni sekolah, reuni eks kos-kosan jaman kuliah, kopdar (ketemuan) aneka komunitas, jagongan er-te, juga reuni keluarga (pasti).
Dalam setiap kesempatan berjumpa dengan kawan lama maupun sanak saudara biasanya muncul perbincangan betapa kita semua semakin uzur, semakin menua, kepala membotak, perut membuncit. Di lain pihak, para keponakan yang dulu kecil imyut sekarang sudah insinyur, atau pejabat di suatu instansi, yang lain sudah dokter spesialis sukses. Ada teman kost sudah Komisaris Besar, sementara teman lain yang dulu tidak menonjol di kampus malah sekarang profesor doktor, dan seterusnya.
Colocasia Giganteum
Mungkin saya ini penggemar tanaman hias abal-abal, karena sampai sekarang pun saya belum paham, mengapa orang suka membuang duit jutaan untuk anthurium gelombang cinta yang “cuma sekumpulan daun”. Juga merasa aneh, kalau ada yang senang mengoleksi ephorbia yang tangkainya duri melulu. Mungkin juga selera saya yang jadul, nyatanya kalau lihat koleksi anggrek atau begonia bisa berlama-lama, bahkan bisa melototin serumpun anggrek dari berbagai sudut (cuman melotot aja, karena nggak punya koleksinya..)
Suatu ketika saat nonton pameran flora, saya tambah heran.. ada talas bertangkai ungu kehitaman dijual jutaan rupiah. Senthe wulung, namanya. Lah.. itu kan tumbuh sak karepe dhewe di bawah pohon mangga belakang rumah? Tapi, setelah itu jadi bertambah perhatian pada talas dan saudara-saudaranya, keluarga keladi. Kebetulan memang ada beberapa jenis di rumah. Koleksi murah meriah.
Comments (6)
Comments (1)
Comments (7)