Archive for December, 2008|Monthly archive page
Asmarandana Wasita Rini
Ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu adalah untuk memperingati diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia ke-1 pada tahun 1928. Kongres tersebut diadakan akibat pengaruh langsung adanya Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Kaum perempuan pada waktu itu tergerak untuk mengadakan kongres serupa, dipimpin oleh Nyi Hadjar Dewantara (dari Wanita Taman Siswa), Ny. Sukonto (Wanita Oetomo), dan Nn. Sujatin (Ny. Sujatin Kartowiyono), tokoh muda dari Puteri Indonesia.
Peran Ibu
sebagai bangsa Indonesia, sepatutnya kita merasa bahwa pemerintah menetapkan suatu hari peringatan bagi kaum ibu, berarti bahwa bangsa kita memandang kaum ibu atau kaum perempuan pada umumnya mempunyai kedudukan yang amat sangat terhormat (tidak ada lho namanya Hari Bapak).
Nemu foto jadul
Di halaman facebooknya, Ardina Purbo (sepupu Onno W. Purbo) menandai foto jadulku. Ini foto kami bertiga (Dina, Nyoto, Yudi) yang waktu itu (1983) lulus tercepat jenjang sarjana muda (masih ada waktu itu) di Geografi UGM.* Kejutannya adalah, aku belum pernah lihat foto ini sebelumnya dan pasti tidak ada dalam koleksi fotoku. Maka aku minta ijin Dina untuk mengunduhnya. Tahu sebabnya? Ini kenangan waktu rambutku masih banyak
dan –aku lupa– ini difoto pas ngapain kok aku bisa ketawa ngakak begitu sambil pegang bola basket.
Pak Tir
Namanya pak Tir. Ketika ditanya nama lengkapnya, hanya dijawab.. “nggih namung Pak Tir.” Saat saya bertemu terakhir kali sekitar tahun 1998 usianya sudah hampir 80 (katanya). Bukan sanak, bukan saudara.. tapi Pak Tir ini salah satu insan kenangan dalam masa remaja saya. Bukan guru atau tokoh ternama, pak Tir “hanyalah” penjual wedang kacang ijo di Ketelan, suatu ruas jalan di dekat Mangkunegaran-Solo.
Saat saya SMA di Margoyudan Solo, paling tidak seminggu dua kali saya mampir warung pak Tir. Jualannya bukan bubur kacang ijo, tapi wedang kacang ijo. Kuahnya memang dari sari kacang ijo, diberi sekepal kecil ketan, dan ditaburi irisan roti tawar. Diminum hangat atau panas di pagi hari, sungguh sedap sekali… bahkan kenangan akan rasanya masih terasa di lidah sampai hari ini.
Comments (4)
Comments (6)
Comments (1)